Berita

BUMD milik Pemprov Riau, PT SPR, memperluas portofolio usahanya dengan menggandeng perusahaan swasta PT Kawan Masa Depan (KMD) yang mencakup pengelolaan sumur minyak bumi dan pengembangan bisnis air minum dalam kemasan (Foto: Istimewa)

Bisnis

BUMD Riau Bidik Sumber Pendapatan Baru dari Sumur Minyak dan Industri AMDK

SELASA, 21 JULI 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Sarana Pembangunan Riau (Perseroda) atau PT SPR mulai memperluas sumber pendapatan melalui pengembangan dua lini usaha baru, yakni pengelolaan sumur minyak bumi dan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK). Langkah tersebut ditempuh melalui kerja sama dengan perusahaan swasta PT Kawan Masa Depan (KMD).

Kerja sama yang diteken di Jakarta pada Senin 20 Juli 2026 itu menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis BUMD milik Pemerintah Provinsi Riau di tengah upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam daerah sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru.

Sektor energi masih menjadi salah satu andalan perekonomian Riau. Melalui kolaborasi ini, PT SPR berupaya mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sumur minyak daerah agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi, baik melalui peningkatan produktivitas aset migas maupun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Di sisi lain, perusahaan juga mulai menggarap industri hilir melalui bisnis air minum dalam kemasan. Pasar AMDK dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat serta berkembangnya jaringan distribusi di berbagai wilayah.

Direktur Utama PT SPR Muhammad Haris mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

"Kerja sama ini merupakan wujud komitmen kami untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau melalui pengelolaan potensi sumber daya daerah secara profesional, produktif, dan berkelanjutan bersama PT Kawan Masa Depan," ujarnya, dalam keterangan kepada media, Selasa 21 Juli 2026.

Bagi PT Kawan Masa Depan, kemitraan ini menjadi pintu masuk untuk memperluas pengembangan produk AMDK merek Matoa Air di pasar Riau. Perusahaan menargetkan realisasi program dapat segera berjalan setelah penandatanganan kerja sama.

Direktur Utama PT Kawan Masa Depan Hacelino mengatakan pihaknya siap mengeksekusi seluruh rencana bisnis yang telah disepakati, terutama untuk memperkuat produksi dan distribusi Matoa Air di Provinsi Riau.

"Ini merupakan kerja sama strategis pertama kami dengan PT Sarana Pembangunan Riau. Kami berkomitmen untuk segera mengeksekusi seluruh rencana kerja, khususnya dalam pengembangan dan distribusi produk AMDK merek Matoa Air di Provinsi Riau, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Selain mengejar pertumbuhan pendapatan perusahaan, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memicu investasi baru di sektor energi dan manufaktur. Pengembangan sumur minyak berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan aset migas daerah, sedangkan ekspansi bisnis AMDK dapat mendorong tumbuhnya industri pengolahan, logistik, dan distribusi di Riau.

Direktur Operasional PT Kawan Masa Depan Happy Murdianto menilai kolaborasi tersebut memiliki dampak ekonomi yang lebih luas dibanding sekadar kerja sama bisnis antarkorporasi.

"Kolaborasi ini bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah bagi daerah melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, penguatan sektor energi, dan penyediaan produk berkualitas bagi masyarakat Provinsi Riau," ujarnya.

Apabila direalisasikan sesuai rencana, kolaborasi tersebut berpotensi memperkuat posisi PT SPR sebagai motor pengembangan aset strategis milik daerah. 

Di saat yang sama, ekspansi bisnis AMDK dapat menjadi sumber pendapatan baru yang melengkapi portofolio usaha perusahaan, sekaligus menciptakan multiplier effect melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta bertambahnya kontribusi terhadap PAD Provinsi Riau.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya