Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Hambalang (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Indonesia Produksi Bioetanol Secara Bertahap Mulai 2027

SELASA, 21 JULI 2026 | 13:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah mulai mematangkan langkah penerapan program bioetanol sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan impor bahan bakar minyak (BBM). 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan implementasi kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan penerapan campuran etanol 10 persen (E10) 2027, sebelum mencapai target E20.

"E10 mungkin 2027 dan langsung ke E20 ya. Jadi goal-nya itu mungkin setelah perencanaannya selesai," ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Selasa, 21 Juli 2026.


Bahlil menjelaskan, pemerintah telah menggodok proposal penerapan mandatory bioetanol sejak 2025. 

Kajian yang kini hampir rampung itu menjadi dasar penyusunan peta jalan menuju E20 yang ditargetkan terealisasi pada 2028-2029, dengan tetap mengutamakan kesiapan pasokan bahan baku dari dalam negeri.

"Kenapa? Karena begitu etanol kita terapkan mandatory, maka kita bisa melakukan efisiensi atau penghematan terhadap impor BBM jadi untuk bensin. Tetapi kita tidak pengen begitu kita terapkan E20 tapi etanolnya kita impor. Maka sekarang kita mempersiapkan industrinya dulu," jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah kini memprioritaskan pembangunan ekosistem industri bioetanol yang ditopang bahan baku seperti singkong, tebu, jagung, dan sejumlah komoditas lainnya. 

Dalam satu hingga dua tahun ke depan, fokus utama diarahkan pada penguatan industri hulu agar penerapan kebijakan tidak bergantung pada pasokan impor.

Untuk mendukung kebutuhan bahan baku, pemerintah juga tengah merancang pengembangan perkebunan tebu yang terintegrasi dengan industri hilirisasi. 

Skema tersebut mengadopsi model Brasil yang memungkinkan pabrik mengalihkan produksi antara gula dan etanol sesuai dinamika harga pasar, sehingga nilai tambah komoditas dapat dioptimalkan.

"Begitu harga etanolnya naik, dia akan di-switch ke etanol. Tapi begitu harga gulanya naik, dia akan switch ke gula. Jadi dua model ini akan kita lakukan dan ini sedang dilakukan pematangan terhadap beberapa industri dan perusahaan yang akan kembangkan," pungkasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya