Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berkunjung ke Amerika Serikat, bersama Presiden AS Donald Trump (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube White House)

Global

Walkot New York Mau Tangkap Netanyahu, Trump Pasang Badan

SELASA, 21 JULI 2026 | 11:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana Wali Kota New York Zohran Mamdani untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS), langsung dibalas Presiden Donald Trump.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa tidak akan ada upaya penangkapan terhadap Netanyahu dalam kondisi apa pun. Menurutnya, pemimpin Israel tersebut sedang berperang melawan Iran, yang ia tuduh bertanggung jawab atas berbagai aksi kekerasan selama puluhan tahun.

"Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dalam bentuk atau cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat. Ia sedang berperang melawan Republik Islam Iran," tulis Trump, dikutip Selasa, 21 Juli 2026.


Trump juga mengatakan pihak yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban adalah para pemimpin Iran, bukan Netanyahu.

"Satu-satunya pihak yang seharusnya ditangkap adalah orang-orang yang membawa Iran ke dalam spiral kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Trump.

Sebelumnya, Mamdani dalam wawancara podcast The New York Times menyatakan Netanyahu seharusnya diadili di Den Haag. Ia menilai pemimpin Israel itu merupakan penjahat perang karena telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

"Saya percaya Perdana Menteri Netanyahu seharusnya berada di Den Haag. Dia adalah penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional," kata Mamdani.

Mamdani juga mengungkapkan bahwa pemerintah Kota New York tengah berdiskusi dengan tim hukumnya mengenai kemungkinan mengambil langkah hukum jika Netanyahu menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York pada musim gugur tahun ini. Bahkan, ia menegaskan rencana untuk memerintahkan kepolisian kota menangkap Netanyahu merupakan janji yang ingin ia tepati.

Sementara itu, ICC pada 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer Israel di Gaza. Tuduhan tersebut mencakup penggunaan kelaparan sebagai metode perang serta tindakan tidak manusiawi terhadap warga Palestina dalam periode 8 Oktober 2023 hingga sedikitnya 20 Mei 2024.

Menanggapi surat perintah tersebut, kantor Netanyahu menolak tuduhan ICC dan menyebut lembaga itu sebagai "pengadilan abal-abal" yang tidak memiliki yurisdiksi terhadap warga Israel maupun AS.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya