Berita

Representative Image (Foto: Kantor Kerajaan Maroko)

Dunia

ECOWAS Dukung Proyek Pipa Gas Nigeria-Maroko Sepanjang 6.800 Km

SELASA, 21 JULI 2026 | 08:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Negara-negara anggota Economic Community of West African States (ECOWAS) memberikan dukungan politik terhadap proyek Nigeria-Morocco African Atlantic Gas Pipeline (AAGP).

Mengutip laporan resmi, Selasa, 21 Juli 2026, dukungan itu dituangkan melalui penandatanganan Intergovernmental Agreement (IGA) dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kepala Negara dan Pemerintahan ECOWAS di Freetown, Sierra Leone, Minggu, 19 Juli 2026.

Pembangunan jaringan pipa gas sepanjang hampir 6.800 kilometer akan mengalirkan gas alam dari Nigeria menuju Maroko sebelum tersambung ke jaringan distribusi gas Eropa. 


Proyek strategis tetsebut merupakan inisiatif Raja Maroko Mohammed VI bersama mendiang Presiden Nigeria Muhammadu Buhari yang kini dilanjutkan di bawah dukungan Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu. 

Pengembangannya dilakukan secara bersama oleh National Office of Hydrocarbons and Mines (ONHYM) dan Nigerian National Petroleum Company Limited (NNPC Ltd.).

Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, proyek kini memasuki fase implementasi berikutnya yang mencakup pembentukan perusahaan proyek berkantor pusat di Casablanca, Maroko, serta pembentukan Pipeline Higher Authority yang akan bermarkas di Abuja, Nigeria. 

Tahap ini juga menjadi pijakan untuk menarik investor sekaligus mempersiapkan Final Investment Decision (FID).

Tahapan akhir akan ditandai dengan seremoni khusus di Kerajaan Maroko, ketika Maroko dan Republik Islam Mauritania menandatangani perjanjian bersama di hadapan Presiden Nigeria. 

Setelah selesai dibangun, pipa gas itu akan melintasi 13 negara di sepanjang pesisir Atlantik Afrika sebelum terhubung dengan jaringan Maghreb-Europe Gas Pipeline di bagian utara Maroko.

Proyek bernilai sekitar 25 miliar dolar AS tersebut dirancang memiliki kapasitas angkut hingga 30 miliar meter kubik gas alam per tahun. 

Sekitar 15 miliar meter kubik di antaranya diproyeksikan diekspor ke Maroko dan Eropa, sementara sisanya akan memenuhi kebutuhan energi negara-negara di kawasan Afrika Barat. Segmen pertama jaringan pipa diperkirakan mulai beroperasi pada awal dekade mendatang.

ONHYM dan NNPC Ltd. menyatakan seluruh studi utama, mulai dari rekayasa teknik, kajian lingkungan, hingga aspek teknis proyek telah rampung sehingga pengembangan dapat berlanjut ke tahap operasional.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya