Berita

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Nusantara

Pakar Fisika Ulas Konsep Mimpi secara Ilmiah

SELASA, 21 JULI 2026 | 03:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Mimpi kerap memunculkan pengalaman yang terasa begitu nyata hingga memunculkan anggapan bahwa manusia sedang mengakses realitas lain atau bahkan alam semesta paralel. Namun, apakah klaim tersebut benar adanya?

Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, mimpi lebih dapat dijelaskan sebagai hasil aktivitas kompleks otak selama tidur dibandingkan sebagai akses menuju “dunia lain”.

“Dari sudut pandang fisika-kimia, otak merupakan sistem kompleks yang terdiri atas miliaran neuron yang saling terhubung melalui sinyal listrik dan komunikasi kimiawi menggunakan neurotransmiter,” ujar Prof Husin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.


Pengajar mata kuliah Biofisika dan Kompleksitas pada Program Studi Magister Biofisika IPB University ini menyebut otak secara aktif menerima, mengintegrasikan, dan memproses informasi dari lingkungan hingga membentuk persepsi mengenai realitas.

"Ketika tidur, aktivitas otak tidak berhenti. Justru pada fase rapid eye movement (REM), aktivitas beberapa wilayah otak mendekati kondisi saat terjaga. Pada fase inilah mimpi paling sering dan paling jelas terjadi," jelasnya.

Selama fase REM, otak memproses kembali pengalaman, emosi, serta ingatan yang diperoleh ketika terjaga. Hipokampus bersama jaringan korteks berperan dalam proses konsolidasi memori sehingga berbagai orang, tempat, maupun peristiwa yang pernah dialami dapat muncul kembali dalam mimpi.

“Otak juga memiliki kemampuan mengombinasikan berbagai fragmen memori dengan imajinasi secara kreatif,” jelasnya lagi.

Prof Husin menerangkan, aktivasi spontan berbagai jaringan otak selama REM menyebabkan rangkaian peristiwa dalam mimpi sering kali tidak mengikuti logika kehidupan sehari-hari. Berdasarkan temuan neurosains, fenomena tersebut merupakan konstruksi internal otak. Kondisi ini yang membuat mimpi terasa seperti berasal dari realitas yang berbeda. 

Di sisi lain, ia mengakui bahwa fisika modern memang mengenal sejumlah konsep mengenai kemungkinan adanya alam semesta lain. Salah satunya adalah interpretasi Many-Worlds dalam mekanika kuantum yang mengusulkan bahwa setiap kemungkinan hasil pengukuran kuantum terealisasi pada cabang alam semesta yang berbeda.

Selain itu, terdapat pula hipotesis multiverse dalam kosmologi yang berkembang dari teori inflasi kosmik.

"Meski demikian, kedua gagasan tersebut masih bersifat teoretis dan belum memiliki bukti observasional langsung. Hingga kini juga belum ada teori fisika yang menghubungkan aktivitas otak saat bermimpi dengan akses menuju alam semesta paralel," tegasnya.

Karena itu, Prof Husin menilai klaim bahwa mimpi merupakan bukti keberadaan alam semesta paralel lebih tepat dipandang sebagai spekulasi filosofis atau interpretasi metafisis daripada kesimpulan ilmiah. 

Ia menambahkan bahwa mekanisme terbentuknya mimpi memang masih terus diteliti, tetapi berdasarkan pengetahuan ilmiah saat ini, mimpi dipahami sebagai hasil interaksi kompleks antara ingatan, emosi, persepsi, dan imajinasi selama tidur, bukan sebagai jendela menuju realitas lain.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya