Berita

Gedung BNI. (Foto: Dok. BNI)

Bisnis

BNI Perkuat Pencegahan Fraud dengan Sistem Deteksi Dini Berbasis Teknologi

SENIN, 20 JULI 2026 | 16:12 WIB

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat komitmennya dalam menjaga kepercayaan publik dan melindungi nasabah melalui penerapan prinsip zero tolerance terhadap seluruh bentuk fraud dan korupsi. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya penguatan tata kelola perusahaan di lingkungan BUMN di bawah koordinasi Danantara.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan perseroan menerapkan strategi penanganan fraud secara menyeluruh, mulai dari langkah pencegahan, deteksi dini, investigasi, hingga penindakan hukum melalui pelaporan kepada aparat penegak hukum.

"Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan. Karena itu, penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari jati diri perseroan," ujar Okki dalam keterangan tertulis.


Menurutnya, fraud dan korupsi merupakan ancaman serius yang dapat merugikan perusahaan, nasabah, serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, BNI terus memperbarui sistem pengendalian internal, memperkuat fungsi pengawasan, serta memastikan seluruh proses bisnis dijalankan berdasarkan prinsip prudential banking. Perseroan juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kemampuan sistem deteksi dini sehingga potensi pelanggaran dapat diidentifikasi lebih cepat.

"Melalui semangat Swadharma Bhakti Nagara, kami berkomitmen menjaga amanah masyarakat dan negara dengan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud maupun korupsi," kata Okki.

Tema Swadharma Bhakti Nagara diusung dalam peringatan HUT ke-80 BNI pada 5 Juli 2026 sebagai simbol komitmen perusahaan untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan negara.

BNI menilai keberhasilan pemberantasan fraud tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi dan sistem pengawasan, tetapi juga pada integritas pegawai serta konsistensi penerapan budaya kepatuhan di seluruh organisasi.

Melalui sinergi antara tata kelola yang kuat, pengawasan berlapis, pemanfaatan teknologi, dan penguatan budaya integritas, BNI berharap dapat terus menjaga kepercayaan nasabah sekaligus mendukung fungsi intermediasi perbankan yang sehat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya