Berita

Komika Pandji Pragiwaksono Dalam Podcast YouTube Hendri Satrio Official. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Pandji Pragiwaksono:

Ganti Presiden Belum Tentu Ubah Keadaan

SENIN, 20 JULI 2026 | 18:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pergantian presiden dinilai bukan jaminan berbagai persoalan bangsa akan otomatis terselesaikan. Sebab, kompleksitas masalah yang dihadapi Indonesia tidak dapat dibebankan semata kepada sosok yang sedang menjabat sebagai kepala negara.

Dalam Podcast YouTube Hendri Satrio Official, Komika Pandji Pragiwaksono mengingatkan kalau Indonesia telah beberapa kali mengalami pergantian presiden. Namun, setiap pemerintahan tetap menghadapi kritik dan persoalannya masing-masing.

“Presiden berganti, kayaknya masalah nggak tambah surut. Jadi ketika kita bilang kita ganti presiden, seakan-akan itu akan mengubah semuanya, kayaknya gak juga,” kata Pandji dalam wawancara bersama Hendri Satrio, Senin, 20 Juli 2026.


Menurut Pandji, menyalahkan Presiden Prabowo Subianto secara tunggal merupakan cara pandang yang terlalu sederhana. Ia mempertanyakan sejauh mana kekuasaan berada di tangan presiden dan seberapa besar pengaruh para pimpinan partai politik.

“Kalau kita salahkan murni kepada Pak Prabowo, simplistik menurut gue. Kita tuh nggak pernah benar-benar tahu, sebenarnya penguasanya politik nih apakah presiden, ataukah sebuah konsorsium dari para pimpinan partai?” ujarnya.

Ketidakpahaman terhadap struktur kekuasaan tersebut, kata Pandji, membuat pergantian presiden berpotensi tidak menghasilkan perubahan seperti yang diharapkan masyarakat.

“Kalau Prabowo diturunkan, tapi kemudian konsorsium politiknya ini tidak kita sadari keberadaannya, jangan-jangan kita nggak akan mengubah keadaan,” kata Pandji.

Ia juga menyoroti proses pencalonan dalam sistem politik Indonesia. Menurut Pandji, masyarakat hanya dapat memilih calon-calon yang sebelumnya telah ditentukan oleh partai atau elite politik.

“Kita kan selalu diiming-imingi bahwa demokrasi, lu bisa memilih pemimpin lu sendiri. Tapi sebenarnya kan nggak juga. Kita memilih pemimpin yang sudah dipilihin, sebenarnya,” tandasnya.



Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya