Berita

Tujuh Pimpinan KPU RI hadir dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PPDB) Tingkat Nasional Semester I Tahun 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Pemutakhiran Data Semester I 2026

KPU Tetapkan 214.354.667 Pemilih

SENIN, 20 JULI 2026 | 16:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan jumlah pemilih dalam rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) tingkat nasional semester I tahun 2026 adalah 214.354.667 orang.

Hal itu disampaikan Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos, dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PPDB) Tingkat Nasional Semester I Tahun 2026, di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 20 Juli 2026.

"Jadi total pemilih nasional kita, dalam negeri dan luar negeri, 214.357.667 (orang). Terdiri atas laki-laki 49,85%, perempuan 50,15%," kata Ketua Divisi Data dan Informasi ini.


Betty menjelaskan, jika dibandingkan periode yang sebelumnya yaitu pda tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pemilih pada PDPB Semester I Tahun 2026 ini.

"Jadi peningkatan PDPB Semester II 2025, jika dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 1,11 persen," kata Betty.

Jika dilihat dari rincian per provinsi, terdapat 10 wilayah yang memiliki pemilih terbanyak.

Yakni Jawa Barat 35,7 jutaan pemilih, Jawa Timur 32,5 juta pemilih, Jawa Tengah 29,3 juta pemilih, Sumatera Utara 11,3 juta pemilih, Banten 9,3 juta pemilih, DKI Jakarta 8,2 juta pemilih, Sulawesi Selatan 7 juta pemilih, Lampung 6,7 juta pemilih, Sumatera Selatan 6,7 juta pemilih, dan Riau 5,1 juta pemilih. 

"Ini top ten provinsi dengan jumlah pemilih terbesar," kata Betty. 

Sedangkan 10 provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit meliputi Papua Selatan 387 ribu, Papua Barat 394 ribu, Papua Barat Daya 453 ribu, Kalimantan Utara 546 ribu, Papua 797 ribu, Gorontalo 915 ribu, Maluku Utara, Sulawesi Barat 1 juta pemilih, Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Tengah sekitar 1,1 juta  pemilih.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya