Berita

Pertemuan antara Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, dan Penasihat Menteri Ekonomi Azerbaijan, Mammad Abbasbeyl (Foto: Kemenperin)

Bisnis

Indonesia dan Azerbaijan Percepat MoU Kerja Sama Industri

SENIN, 20 JULI 2026 | 14:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia dan Azerbaijan sepakat mempercepat penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama industri sebagai tindak lanjut status Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026. 

Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan antara Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, dan Penasihat Menteri Ekonomi Azerbaijan, Mammad Abbasbeyli ini bertujuan memperluas ekspor manufaktur, menarik investasi, serta memperkuat kemitraan di kawasan Eurasia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti peran Azerbaijan yang strategis sebagai penghubung perdagangan Asia–Eropa.


“INNOPROM 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara strategis, termasuk dengan Azerbaijan. Kami harap pembahasan MoU ini mampu membuka peluang investasi, memacu alih teknologi, dan menciptakan kerja sama yang saling bermanfaat bagi kedua negara,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 20 Juli 2026. 

Kemenperin telah menyampaikan draf MoU ke Pemerintah Azerbaijan melalui jalur diplomatik. Dubes Jose Tavares berharap proses ini segera ditindaklanjuti untuk memperkuat sektor industri, perdagangan, dan investasi kedua negara dengan memanfaatkan komunikasi baik yang sudah terjalin.

Dalam MoU tersebut, Indonesia mengusulkan fokus kerja sama pada pertukaran informasi regulasi industri, pengembangan rantai pasok dan kawasan industri, alih teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta penyelenggaraan forum bisnis. Pemerintah berharap tanggapan resmi dari Azerbaijan dapat segera diterima agar implementasi kerja sama bisa beroperasi tanpa penundaan.

Azerbaijan merupakan mitra kunci karena posisinya sebagai hub logistik yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui jalur Middle Corridor dan INSTC. Akses ini membuka jalan bagi produk manufaktur Indonesia menuju kawasan Kaukasus, Asia Tengah, Eropa Timur, hingga negara-negara CIS.

Hubungan dagang kedua negara terus menunjukkan potensi yang saling melengkapi. Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas melalui ekspor minyak sawit, sabun, plastik, tembakau, dan makanan olahan, sementara Azerbaijan memasok kebutuhan minyak mentah Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara berhasil mencatatkan 155,2 juta Dolar AS pada 2025, yang semakin memperkokoh hubungan diplomatik sejak 24 September 1992.

Melalui panggung INNOPROM 2026 yang dihadiri hampir 900 peserta dari lebih dari 50 negara, status Indonesia sebagai Partner Country diharapkan mampu memperluas promosi manufaktur nasional sekaligus menghasilkan kemitraan teknologi konkret dengan berbagai mitra internasional.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya