Berita

Tasyakur Satu Dasawarsa Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (Foto: Istimewa)

Politik

Prabowo Dorong Pesantren Cetak Generasi Berwawasan Unggul dan Berakhlak Mulia

SENIN, 20 JULI 2026 | 14:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada pesantren sebagai pilar strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. 

Komitmen itu disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra saat menghadiri Tasyakur Satu Dasawarsa Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Jumat, 18 Juli 2026.

Mewakili Presiden yang berhalangan hadir, Yusril menyampaikan salam sekaligus apresiasi Prabowo kepada pendiri PMI Dea Malela Prof. KH Din Syamsuddin, para pengasuh, tenaga pendidik, serta seluruh santri.


Pemerintah menilai pesantren tersebut telah berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang visioner di kawasan Indonesia Timur dengan orientasi mencetak generasi berdaya saing global.

"Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar pada lembaga pendidikan, seperti Pesantren Modern Internasional Dea Malela. Dalam 1 dekade perjalanannya, pesantren ini telah membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan berwawasan global, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia," ujar Yusril dikutip Senin, 19 Juli 2026.

Lebih lanjut, Yusril menegaskan visi PMI Dea Malela selaras dengan Astacita pemerintahan Prabowo, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas, penguatan sains dan teknologi, serta pemantapan ideologi bangsa. 

Prabowo sejatinya dijadwalkan memberikan amanat secara langsung dalam peringatan satu dekade PMI Dea Malela. 

Namun karena berhalangan hadir, Presiden mengutus empat menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menko Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, Menko Urusan Pangan Zulkifli Hasan yang diwakili Wamenko Hanif Faisal, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, serta Mendiktisaintek yang diwakili Wamendiktisaintek Fauzan.

Pendiri sekaligus Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Din Syamsuddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden melalui kehadiran para utusan tersebut. 

Dia menjelaskan pesantren yang berdiri sejak 2016 itu dibangun sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya ilmuwan Muslim yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dan kebangkitan peradaban Islam dunia. 

Hingga kini, ratusan alumninya telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri, terutama pada bidang sains dan teknologi.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya