Berita

Ilustrasi (Gemini AI)

Bisnis

Harga CPO Malaysia Melonjak Ditopang Reli Minyak Mentah dan Ancaman El Niño

SENIN, 20 JULI 2026 | 13:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar minyak sawit mentah (CPO) berjangka Malaysia bergerak menguat pada perdagangan Senin seiring lonjakan harga minyak bumi dan kenaikan pasar minyak nabati di Dalian. Sentimen positif tersebut makin kuat dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi penurunan produksi akibat ancaman fenomena cuaca El Niño.

Laporan Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMD) terangkat 39 Ringgit atau naik 0,85 persen ke posisi 4.636 Ringgit (atau 1.134,33 Dolar AS ) per metrik ton pada jeda siang, Senin 20 Juli 2026.

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, menjelaskan bahwa penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan CPO Malaysia dipicu oleh reli harga energi serta lonjakan minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) pada Jumat lalu, ditambah penguatan minyak nabati di China pada sesi Asia. Bagani menambahkan bahwa bayang-bayang El Niño kuat yang kembali menyita perhatian pasar turut mendorong pergerakan harga ke zona hijau.


Pada pasar terkait, kontrak minyak kedelai teraktif di Bursa Dalian menguat 0,51 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melesat 1,16 persen. Di saat bersamaan, harga minyak kedelai di CBOT merambat naik tipis 0,06 persen. Arah pergerakan harga CPO memang berbanding lurus dengan minyak pesaingnya mengingat persaingan ketat dalam perebutan pangsa pasar minyak nabati global.

Dukungan signifikan juga datang dari sektor energi. Harga minyak mentah jenis Brent melambung sekitar 2 persen hingga melampaui level USD90 per barel pada hari Senin akibat memanasnya ketegangan AS-Iran di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi di Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak bumi ini meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel yang lebih ekonomis.

Dari faktor iklim, Departemen Meteorologi Malaysia memproyeksikan rekor suhu tertinggi di negaranya pada 2027 akibat penguatan El Niño. Pada saat yang sama, Pusat Prediksi Iklim AS mengonfirmasi bahwa intensitas El Niño terus meningkat selama sebulan terakhir dan diprediksi memuncak sepanjang 2026 hingga awal 2027, sehingga mengancam pasokan produksi sawit mendatang.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya