Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat memberikan motivasi kepada siswa baru Sekolah Rakyat di DKI Jakarta, memasuki akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pada Sabtu malam, 18 Juli 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Mensos Beri Motivasi kepada Siswa Baru Sekolah Rakyat di DKI Jakarta

SENIN, 20 JULI 2026 | 12:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan motivasi kepada para siswa baru Sekolah Rakyat di DKI Jakarta yang tengah menjalani pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Dalam kunjungannya pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, Mensos mengajak para siswa untuk tetap semangat beradaptasi dan percaya diri menjalani proses belajar.

"Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat. Tapi percayalah, nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu," ujar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul, dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin, 20 Juli 2026.


Usai makan malam, para siswa duduk bersama menyimak pesan-pesan motivasi dari Gus Ipul. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para siswa berdialog mengenai kesan mereka terhadap lingkungan sekolah dan fasilitas yang tersedia.

"Lihat sarana dan prasarananya, gedung permanen Sekolah Rakyat. Belum semuanya selesai dibangun, tapi anak-anakku sudah bisa melihat dan merasakan. Bagaimana gedung ini menurut kalian?" tanya Gus Ipul.

"Bagus!" jawab para siswa serempak.

Gus Ipul berharap para siswa dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengingatkan agar mereka tidak merasa rendah diri karena akan didampingi guru, wali asuh, dan wali asrama selama menjalani pendidikan.

"Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri. Semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat, akan didampingi oleh para wali asuh dan wali asrama," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

"Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga, tidak dibeda-bedakan," ujarnya.

Dalam dialog tersebut, beberapa siswa turut membagikan pengalaman mereka selama mengikuti MPLS. Calysta (12) mengaku sempat menangis dan merindukan orang tua pada hari-hari pertama sebelum akhirnya mulai terbiasa.

"Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa," ucapnya yang disambut tepuk tangan teman-temannya.

Sementara itu, Jessi menceritakan bahwa dirinya sempat putus asa karena merasa tidak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Kehadiran Sekolah Rakyat, menurutnya, telah membuka harapan baru.

"Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini," katanya.

Jessi juga mengaku sempat khawatir karena menjadi minoritas di lingkungan sekolah. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah mendapat sambutan hangat dari teman-temannya.

"Jadi waktu awal ke sini jujur saya kenal teman-teman pada hari pertama, mereka sangat welcome sama saya. Padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul kembali menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Ia mengingatkan agar tidak ada perundungan, diskriminasi, penghinaan berdasarkan suku maupun agama, serta segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual.

"Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapa pun," tegasnya.

Menutup kunjungan, Gus Ipul mengajak seluruh siswa berdoa bersama, kemudian meninjau asrama dan gedung permanen Sekolah Rakyat.

Saat ini, Sekolah Rakyat di DKI Jakarta telah menjaring 207 siswa baru, yang terdiri atas 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya