Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono bersama Senior Vice President Bank Mandiri Sri Dono Indarto, saat memberikan bantuan kepada pelaku UMKM Sablon di Desa Karanganyar, Borobudur, Magelang, pada Sabtu lalu, 18 Juli 2026. (Foto: Kemensos)

Bisnis

Kemensos Gandeng Bank Mandiri Perkuat Pemberdayaan UMKM di Desa Karanganyar Borobudur

SENIN, 20 JULI 2026 | 11:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sinergi dengan Bank Mandiri. 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengembangan usaha produktif masyarakat.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan, salah satu bentuk nyata kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi pelaku UMKM di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Sabtu, 18 Juli 2026.


Bersama Senior Vice President Bank Mandiri Sri Dono Indarto, Kemensos memberikan dukungan bagi pengembangan usaha sablon di desa tersebut. Bantuan yang disalurkan meliputi seperangkat peralatan usaha sablon dari Kemensos, serta laptop dan pelatihan desain dari Bank Mandiri.

"Untuk mendukung kelancaran program pemberdayaan sablon di Desa Karanganyar, Kemensos bersama Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kepala Desa Karanganyar beserta masyarakat Karanganyar," ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis Kemensos, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Agus Jabo, Desa Karanganyar merupakan salah satu desa di kawasan Borobudur yang tengah mengembangkan potensi sebagai desa wisata. Berlokasi di sekitar Candi Borobudur, desa tersebut memiliki beragam potensi, mulai dari wisata edukasi gerabah, kuliner, kopi lokal, hingga produksi suvenir.

Namun, potensi tersebut dinilai belum berkembang secara optimal karena masih terkendala keterbatasan modal, peralatan, keterampilan, serta sejumlah faktor lainnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Kemensos telah menyalurkan bantuan paket usaha sablon pada Februari 2026. Bantuan itu terdiri atas dua printer DTF, dua oven curing/heat press, satu rol kain teflon, satu laptop, satu paket peralatan sablon, tiga PET film, lima tinta DTF, lima liter bubuk perekat, serta 120 kaus polos katun 24S.

Sementara itu, Bank Mandiri turut memperkuat program tersebut dengan memberikan tambahan satu unit laptop guna mempercepat proses desain. Bank Mandiri juga akan menyelenggarakan pelatihan desain grafis dan digital marketing agar produk UMKM Desa Karanganyar semakin beragam dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Alhamdulillah kami dari Bank Mandiri bisa berpartisipasi, dan tentunya kami juga sangat senang apabila bisa memperkuat pemberdayaan di masyarakat, khususnya di sekitar Borobudur," kata Senior Vice President Bank Mandiri Sri Dono Indarto.

Kepala Desa Karanganyar Suyatno menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, selama ini banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari berjualan suvenir, namun sebagian besar hanya mengambil barang dari pemasok untuk dijual kembali.

Dengan adanya bantuan peralatan sablon, kata Suyatno, masyarakat kini memiliki peluang untuk memproduksi sendiri kaus dan suvenir, sehingga nilai tambah dan keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar.

"Terima kasih kepada Kementerian Sosial dan juga Bank Mandiri yang sudah ikut peduli kepada desa kami untuk mengembangkan UMKM di bidang produksi kaus. Semoga ini bisa menjadi titik awal agar Karanganyar menjadi kawasan produktif di Borobudur yang selama ini masih pasif," ujar Suyatno.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya