Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Parpol Tak Bernyali Usung Capres Lawan Prabowo di 2029

SENIN, 20 JULI 2026 | 11:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang partai politik dalam mengusung calon presiden sendiri pada Pemilu 2029 sangat terbuka setelah Mahkamah Konstitusi menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen.

Meski demikian, pengamat politik Adi Prayitno meyakini tidak banyak partai politik yang memiliki keberanian untuk mengusung kandidat melawan Presiden Prabowo Subianto apabila kembali maju pada Pilpres 2029.

"Rasa-rasanya mereka (Parpol) tidak punya nyali untuk menghadapi Prabowo Subianto," ujarnya lewat kanal Youtube miliknya, Senin, 20 Juli 2026.


Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, Prabowo hampir dapat dipastikan akan kembali maju pada Pilpres 2029 sebagai petahana.

Adi menilai kalkulasi politik partai-partai sangat rasional. Sebab, sebagai petahana, Prabowo dinilai memiliki modal politik yang sangat kuat untuk kembali memenangkan kontestasi.

"Apapun judulnya, Prabowo Subianto adalah petahana dan sangat mungkin atau relatif mudah memenangkan pertarungan," katanya.

Selain memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi, lanjut Adi, Prabowo juga didukung jejaring politik yang luas serta instrumen kekuatan politik dari tingkat pusat hingga daerah.

Karena itu, meskipun setiap partai memiliki hak untuk mengusung calon presiden sendiri, Adi memperkirakan sebagian besar akan memilih bersikap realistis.

"Kalkulasi politik mereka sederhana, untuk apa memajukan calon presiden sendiri kalau ujung-ujungnya diperkirakan akan kalah dari Prabowo," tuturnya.

Adi menambahkan, maju sebagai calon presiden bukan perkara mudah karena membutuhkan dukungan logistik, jaringan politik, dan kekuatan organisasi yang besar.

"Dalam konteks itu saya menduga, sekalipun partai politik peserta Pemilu 2029 memiliki tiket untuk mengajukan calon sendiri, mereka akan berpikir realistis dan memilih tidak memajukan calon presiden sendiri menghadapi Prabowo Subianto," pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya