Berita

Ilustrasi 1MDB. (Foto: dokumentasi 1MDB)

Dunia

AS Serahkan Rp23 Triliun ke Malaysia, Perburuan Aset 1MDB Belum Usai

MINGGU, 19 JULI 2026 | 17:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) belum benar-benar berakhir. Amerika Serikat memang telah mengembalikan aset senilai lebih dari US$1,37 miliar atau sekitar Rp23 triliun kepada Malaysia namun harta hasil dugaan penggelapan dana 1MDB masih tersebar di berbagai negara dan belum berhasil dipulangkan.

Fakta tersebut diungkap Menteri di Jabatan Perdana Menteri Bidang Hukum dan Reformasi Institusi Malaysia, Datuk Seri Azalina Othman Said, dalam jawaban tertulis kepada parlemen. Menurut Azalina, nilai aset yang telah dikembalikan itu berdasarkan data Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM). Meski demikian, jumlah tersebut baru sebagian dari keseluruhan aset yang diduga berasal dari skandal 1MDB.

"Selain aset yang telah dikembalikan, sejumlah besar dana dan aset yang terkait dengan 1MDB masih ditahan, dibekukan, atau sedang dalam proses penyitaan di Amerika Serikat dan beberapa yurisdiksi asing lainnya," ujar Azalina, dikutip dari Malay Mail, Minggu, 19 Juli 2026.


Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan anggota parlemen Lim Lip Eng mengenai total aset 1MDB yang telah dipulangkan Amerika Serikat, serta nilai aset yang hingga kini masih berada dalam penguasaan otoritas AS maupun negara-negara lain.

Azalina mengakui pemerintah Malaysia belum dapat memastikan nilai pasti aset yang masih tertahan di luar negeri. Pasalnya, aset-aset tersebut masih menjadi objek proses hukum di berbagai yurisdiksi. Nilainya juga terus berubah mengikuti perkembangan persidangan dan fluktuasi harga pasar.

Skandal 1MDB mulai mencuat ke publik internasional pada 2015 setelah investigasi media asing mengungkap dugaan penyelewengan dana miliaran dolar AS dari perusahaan investasi milik pemerintah Malaysia.

Kasus ini menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, pengusaha buronan Low Taek Jho atau Jho Low, serta sejumlah pihak yang diduga ikut menikmati aliran dana hasil korupsi.

Najib didakwa menyalahgunakan kewenangannya dalam pengelolaan 1MDB. Pengadilan kemudian menyatakan Najib bersalah dalam sejumlah perkara korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang setelah terbukti menerima aliran dana ke rekening pribadinya.

Sementara itu, Jho Low disebut sebagai aktor utama yang mengatur pengalihan dana 1MDB ke berbagai rekening dan aset di luar negeri. Sebagian dana tersebut diduga digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah, membeli properti, hingga mendanai produksi film Hollywood. Hingga kini, Jho Low masih berstatus buronan internasional.

Skandal tersebut juga menyeret nama Rosmah Mansor, istri Najib Razak, serta Riza Aziz, anak tirinya, yang sempat terseret dalam penyelidikan terkait dugaan penerimaan dan pencucian uang hasil korupsi.

Penyelidikan memasuki babak baru setelah Najib kalah dalam Pemilu Malaysia 2018. Pemerintahan baru di bawah Mahathir Mohamad saat itu membuka kembali penyidikan secara menyeluruh, bekerja sama dengan sejumlah negara untuk melacak dan menyita aset yang diduga berasal dari dana 1MDB.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya