Berita

Presiden Hongaria Tamas Sulyok (Foto: X)

Dunia

Presiden Hongaria Tamas Sulyok Lengser usai Diteken PM Peter Magyar

MINGGU, 19 JULI 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Hongaria Tamas Sulyok resmi meninggalkan kursi kepresidenan setelah berbulan-bulan menjadi sasaran tekanan politik dari Perdana Menteri (PM) Peter Magyar. 

Kepergian Sulyok menjadi simbol pertarungan antara kekuatan baru Magyar dan warisan politik eks PM Viktor Orban.

Sulyok sempat berupaya mempertahankan posisinya dari desakan Magyar yang menilai presiden sebagai simbol kuatnya pengaruh politik era Orbán. 


Namun, setelah parlemen mengesahkan amendemen konstitusi yang berdampak langsung pada masa jabatannya, pilihan hukum Sulyok semakin menyempit.

“Saya memenuhi kewajiban saya berdasarkan Undang-Undang Dasar setelah mempertimbangkan secara menyeluruh pilihan hukum saya dan hati nurani saya,” kata Sulyok dalam unggahan di media sosialnya, dikutip Minggu, 19 Juli 2026. 

Dalam pernyataannya, Sulyok menyebut keputusan tersebut menjadi gambaran melemahnya prinsip demokrasi dan pemisahan kekuasaan di Hongaria. 

Dia memperingatkan bahwa nilai-nilai dasar negara hukum telah dikorbankan demi kepentingan politik.

“Pada saat yang sama, bagaimanapun, ini merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai fundamental masyarakat bebas, supremasi hukum, demokrasi, dan prinsip pemisahan kekuasaan, telah diinjak-injak demi kekuasaan politik,” ujarnya.

Sementara itu, Magyar menyambut mundurnya Sulyok sebagai langkah awal untuk membatasi kembali kekuasaan politik di Hongaria. 

Menurutnya, keputusan tersebut membuka jalan bagi agenda perubahan yang selama ini ia usung untuk mengakhiri pengaruh rezim Orbán.

“Dengan tanda tangan Tamás Sulyok, hambatan terakhir bagi berlakunya keputusan bersama kami telah dihapus,” kata Magyar dalam sebuah pernyataan.

Magyar menegaskan pemerintahannya ingin mengembalikan kontrol terhadap kekuasaan negara yang dinilai telah melemah selama bertahun-tahun. 

“Kami memulihkan sesuatu yang telah coba dirampas rezim Orbán selama bertahun-tahun dari rakyat Hongaria: kepastian bahwa kekuasaan dapat dibatasi,” ujarnya. 

Sulyok diperkirakan meninggalkan jabatannya pada Senin, 20 Juli 2026 dengan Ketua Parlemen Ágnes Forsthoffer disebut akan menggantikannya.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

SWSI Soroti Kasus Febrie dan Ucapan Hotman, Tekankan Integritas Hukum serta Kebebasan Pers

Senin, 20 Juli 2026 | 08:13

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:57

Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,12 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 | 07:45

Basis Pajak Lemah, Pemerintah Disarankan Turunkan Target dan Incar Sektor SPPG

Senin, 20 Juli 2026 | 07:26

Raja Felipe dan Keluarga Kerajaan Rayakan Kemenangan Timnas Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 | 07:03

Kawal Distribusi BBM

Senin, 20 Juli 2026 | 06:49

Menyambut Keruntuhan UUD 2002

Senin, 20 Juli 2026 | 06:20

Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Kembali Normal di Sumut

Senin, 20 Juli 2026 | 05:59

Gerakan Minum Susu jadi Perjuangan Bersama Sukseskan MBG

Senin, 20 Juli 2026 | 05:43

Membaca Kembali Doktrin AH Nasution

Senin, 20 Juli 2026 | 05:29

Selengkapnya