Berita

Ketua Poros Rawamangun Rudy Darmawanto. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Pemprov DKI dan DPRD Didorong Fokus Benahi Pengelolaan Sampah

MINGGU, 19 JULI 2026 | 12:52 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama DPRD DKI untuk lebih serius menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang realistis, terukur, dan didukung sarana memadai.

Ketua Poros Rawamangun Rudy Darmawanto menilai program pengurangan sampah tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan imbauan kepada masyarakat tanpa diikuti penyediaan fasilitas di tingkat lingkungan.

Rudy berpandangan, kebijakan pemilahan sampah yang telah dicanangkan pemerintah daerah masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Salah satunya adalah belum tersedianya infrastruktur pendukung di lingkungan RT dan RW.


"Jangan hanya mengajak masyarakat memilah sampah, sementara sarana pendukungnya belum tersedia," kata Rudy, dikutip Minggu 19 Juli 2026.

Menurut Rudy, keterbatasan fasilitas membuat program pemilahan sampah di tingkat masyarakat belum memberikan hasil yang maksimal.

Ia mengusulkan agar pemerintah lebih mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemberdayaan RT dan RW.

Setiap lingkungan dapat didorong membangun sistem pengelolaan sampah mandiri sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing, seperti mendirikan bank sampah, rumah kompos, maupun fasilitas pengolahan sampah ramah lingkungan.

"Pemerintah perlu memberikan motivasi sekaligus pendampingan kepada RT dan RW agar mampu mengelola sampah secara mandiri. Bentuknya bisa berupa bank sampah, rumah kompos, ataupun teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan sesuai kebutuhan wilayah," kata Rudy.

Selain itu, Rudy mengusulkan adanya program penghargaan tahunan bagi RT dan RW yang dinilai berhasil mengelola sampah secara inovatif dan berkelanjutan.

Skema penghargaan, kata Rudy, dapat menjadi insentif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya.

Rudy juga berharap Panitia Khusus (Pansus) Sampah DPRD DKI Jakarta melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap kapasitas pengelolaan sampah ibu kota.

"Volume sampah Jakarta dapat dihitung dengan jelas, begitu pula kapasitas pengolahannya. Karena itu, jangan sampai diambil kebijakan menghentikan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang apabila kesiapan infrastruktur pengelolaan sampah di dalam Jakarta belum memadai," pungkas Rudy.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

SWSI Soroti Kasus Febrie dan Ucapan Hotman, Tekankan Integritas Hukum serta Kebebasan Pers

Senin, 20 Juli 2026 | 08:13

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:57

Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,12 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 | 07:45

Basis Pajak Lemah, Pemerintah Disarankan Turunkan Target dan Incar Sektor SPPG

Senin, 20 Juli 2026 | 07:26

Raja Felipe dan Keluarga Kerajaan Rayakan Kemenangan Timnas Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 | 07:03

Kawal Distribusi BBM

Senin, 20 Juli 2026 | 06:49

Menyambut Keruntuhan UUD 2002

Senin, 20 Juli 2026 | 06:20

Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Kembali Normal di Sumut

Senin, 20 Juli 2026 | 05:59

Gerakan Minum Susu jadi Perjuangan Bersama Sukseskan MBG

Senin, 20 Juli 2026 | 05:43

Membaca Kembali Doktrin AH Nasution

Senin, 20 Juli 2026 | 05:29

Selengkapnya