Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi. (Foto: Dok Nasdem)

Politik

Rencana Bangun Dapur MBG Pakai APBN Dipertanyakan DPR

JUMAT, 17 JULI 2026 | 21:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana pemerintah membangun dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disorot Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi. 

Menurut legislator Partai Nasdem itu, penggunaan APBN untuk membangun dapur MBG perlu dikaji ulang karena dinilai bertolak belakang dengan rencana efisiensi dapur yang sudah ada.

"Saya ingin diperjelas kalau ada ratusan dapur yang dibangun dengan dana APBN, terus dapur-dapur yang rencana akan ada efisiensi atau pengurangan sekitar 6.000, menurut saya ini menjadi sebuah ironi," kata Nurhadi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.


Ia juga meminta penjelasan mengenai pihak yang akan mengelola dapur-dapur yang dibangun menggunakan anggaran negara. Termasuk, kejelasan tata kelolanya agar penggunaan APBN benar-benar memberikan manfaat yang optimal.

"Siapa ini yang akan mengelola? Siapa? Di sisi lain Ibu juga menyampaikan akan ada peluang kantin mengelola dapur SPPG dan lain sebagainya," ungkap Nurhadi.

Ia berpandangan dana APBN akan lebih efektif apabila dialokasikan untuk memperkuat kantin sekolah yang telah tersedia. Dengan demikian, pemerintah tidak perlu membangun dapur baru di luar lingkungan sekolah.

"Mungkin anggaran seperti ini bisa lebih efektif kalau diarahkan ke kantin sekolah daripada untuk membangun dapur yang di luar sekolah," katanya.

Untuk itu, Nurhadi menyatakan tidak mendukung kelanjutan pembangunan dapur MBG menggunakan APBN apabila di saat yang sama pemerintah menghentikan atau mengurangi operasional dapur yang telah ada.

"Kalau kami menolak ini dilanjutkan karena dapur-dapur yang lain diberhentikan justru kok pemerintah membangun dapur ini kan bertolak belakang," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya