Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham Netflix Rontok Usai Laporan Keuangan

JUMAT, 17 JULI 2026 | 10:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketika banyak perusahaan teknologi berlomba menunjukkan pertumbuhan, Netflix justru menghadapi reaksi dingin dari pasar. 

Raksasa layanan streaming itu memang masih membukukan kenaikan pendapatan dan laba pada kuartal II-2026, namun proyeksi pendapatan ke depan yang dinilai kurang menggembirakan membuat investor melepas sahamnya. Akibatnya, saham Netflix anjlok lebih dari 8 persen dalam perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, setelah bursa ditutup.

Dalam laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2026, Netflix membukukan laba per saham (EPS) sebesar 80 sen, sedikit di atas ekspektasi analis sebesar 79 sen. Sementara itu, pendapatan mencapai 12,56 miliar Dolar AS, naik 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 12,59 miliar Dolar AS.


Kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh bertambahnya pelanggan, kenaikan harga langganan, serta meningkatnya pendapatan dari bisnis iklan. Netflix menyatakan dampak kenaikan tarif berlangganan yang diterapkan awal tahun ini masih berjalan sesuai dengan target perusahaan. Adapun laba bersih naik menjadi 3,40 miliar Dolar AS, dari 3,13 miliar Dolar AS pada kuartal II tahun lalu.

Meski demikian, perhatian investor tertuju pada proyeksi bisnis ke depan. Netflix memperkirakan pendapatan kuartal III hanya akan tumbuh sekitar 12 persen. Perusahaan juga mempersempit proyeksi pendapatan sepanjang 2026 menjadi 51-51,4 miliar Dolar AS, dari sebelumnya 50,7-51,7 miliar Dolar AS. Prospek tersebut dinilai kurang mampu memenuhi ekspektasi pasar sehingga memicu aksi jual saham.

Di sisi lain, Netflix berupaya meredam kekhawatiran soal keterlibatan (engagement) pengguna yang belakangan menjadi sorotan. Co-CEO Greg Peters menegaskan bahwa jam menonton tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan maupun keuntungan perusahaan. 

"Tidak ada hubungan linear antara jam menonton dengan pendapatan dan laba, karena tidak semua jam tayang memiliki nilai ekonomi yang sama," ujar Peters dalam konferensi dengan analis.

Co-CEO Ted Sarandos juga membantah laporan yang menyebut penonton banyak meninggalkan serial setelah musim pertama. Menurutnya, "Tidak ada perubahan yang material pada jumlah penonton musim kedua dibanding musim pertama. Bahkan penurunan penonton pada musim kedua sedikit membaik tahun ini dibanding tahun lalu." 

Meski begitu, Netflix mengumumkan akan mengurangi frekuensi publikasi laporan "What We Watched" yang selama ini menjadi acuan untuk melihat tingkat keterlibatan pengguna. Mulai 2027, laporan tersebut hanya akan diterbitkan setahun sekali agar perhatian investor lebih terfokus pada kinerja keuangan.

Netflix juga terus memperkuat bisnis iklannya seiring melambatnya pertumbuhan pelanggan. Perusahaan memperkirakan pendapatan iklan tahun ini hampir dua kali lipat menjadi sekitar 3 miliar Dolar AS. Hak siar olahraga, seperti Piala Dunia Wanita FIFA, NFL, MLB, hingga WWE, disebut menjadi daya tarik utama bagi pengiklan. 

Meski membuka peluang menghadirkan layanan gratis yang didukung iklan di beberapa negara, Peters menegaskan Netflix belum memiliki rencana jangka pendek untuk meluncurkan layanan tersebut karena masih mempertimbangkan dampaknya terhadap pelanggan berbayar.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya