Berita

Piala Dunia 2026/Net

Sepak Bola

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

JUMAT, 17 JULI 2026 | 09:44 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Piala Dunia 2026 bukan sekadar panggung adu taktik antara Argentina dan Spanyol di partai final. Di balik gemerlapnya stadion, turnamen ini menjadi medan tempur bisnis bagi raksasa apparel dunia.

Bagi Adidas, final di New York/New Jersey adalah skenario impian. Mereka menguasai panggung utama dengan mensponsori kedua finalis, serta mengikat kontrak dengan ikon besar seperti Lionel Messi dan bintang muda sensasional Lamine Yamal.

Sebaliknya, Nike harus menelan pil pahit. Meski sempat mengusung ambisi besar dengan menggandeng tim bertabur bintang seperti Prancis dan Inggris, kegagalan kedua tim tersebut melaju ke final membuat logo "Swoosh" terpinggirkan ke laga perebutan tempat ketiga.


Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi jenama asal Amerika Serikat tersebut, terutama karena laga final berlangsung di kandang mereka sendiri.

Namun, terlepas dari rivalitas Adidas dan Nike, FIFA tetap berdiri kokoh sebagai pemenang sejati. 

Piala Dunia 2026 terbukti menjadi mesin pencetak uang yang belum pernah ada tandingannya dalam sejarah olahraga.

Federasi sepak bola dunia ini sukses mencetak rekor pendapatan sponsor hingga 2,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 49,9 triliun.

Angka fantastis ini melonjak tajam dibandingkan pendapatan pada Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencapai 1,8 miliar dolar AS atau Rp 32,1 triliun.

Menariknya, turnamen ini juga membuktikan bahwa kreativitas mampu mengalahkan besarnya modal.

Jenama denim Levi's menjadi sorotan setelah dengan cerdik memonetisasi kewajiban menutup logo mereka di stadion tuan rumah melalui kampanye "The logo disappeared, the brand didn't".

Tanpa harus membayar royalti jutaan dolar kepada FIFA, mereka justru sukses memenangkan atensi dan percakapan budaya di media sosial.

Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi ajang di mana strategi dan kreativitas memegang kunci utama kesuksesan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya