Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Main Cantik di Sidang Kasus Ijazah UGM

JUMAT, 17 JULI 2026 | 05:49 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak mau bernasib konyol dengan menghadiri persidangan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Jokowi ingin main cantik," kata Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis, Ahmad Khozinudin, dikutip Jumat 17 Juli 2026.

Jokowi mengatur strategi melalui praperadilan di PN Jakarta Selatan yang diajukan Roy Suryo dan eksepsi terdakwa Dokter Tifa di PN Jakarta Timur.


"Praperadilan dan eksepsi itu seolah-olah itu bukan keinginan Jokowi. Sehingga, Jokowi nantinya bisa berkata "saya maunya hadir di persidangan, tapi karena praperadilan dan eksepsi diterima, ya sudah saya menghormati proses hukum"," kata Khozinudin.

Sementara bagi rakyat, mustahil praperadilan Roy Suryo dan eksepsi Dokter Tifa diterima jika tidak ada campur tangan kekuasaan. 

Desain eksepsi diterima, juga sudah terbaca dari ngawurnya jaksa membuat dakwaan. Sedangkan desain praperadilan akan dimenangkan Roy Suryo.

"Sudah diberi DP (down payment) dengan dikabulkannya praperadilan awal untuk penangkapan, penggeledahan dan status penahanan," kata Khozinudin.

"Jadi, rakyat harus siap-siap kecewa. Karena hasil sidang akan antiklimaks. Bertahun tahun rakyat dibuat gaduh, tapi tak akan ada keputusan yang konkret terkait ijazah," sambungnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya