Berita

Spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas"/Net

Sepak Bola

Kontroversi Spanduk Falkland Warnai Kemenangan Argentina Atas Inggris

KAMIS, 16 JULI 2026 | 21:38 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Kemenangan dramatis Argentina 2-1 atas Inggris dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta menyisakan cerita di luar lapangan hijau.

Di tengah euforia kemenangan, pemain Argentina memicu ketegangan diplomatik setelah membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina".

Aksi ini langsung menuai respons keras dari pemerintah Inggris. Downing Street menegaskan posisi mereka dengan pernyataan tegas, "Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland sudah pasti milik kami".


Pemerintah Inggris menekankan bahwa kedaulatan Kepulauan Falkland merupakan wilayah luar negeri Inggris dan hak penentuan nasib sendiri sepenuhnya berada di tangan penduduk pulau tersebut.  

Ketegangan ini bukan hal baru, mengingat sengketa kedaulatan atas wilayah tersebut telah berlangsung puluhan tahun, termasuk perang singkat namun pahit pada 1982.

Beberapa pihak di Inggris, termasuk pemimpin Partai Liberal Demokrat Sir Ed Davey, bahkan mendesak agar pemain yang terlibat dalam aksi tersebut dikenai sanksi atau dilarang tampil di final.

Meski pemerintah Inggris menyatakan bahwa tindakan disipliner terhadap pemain merupakan wewenang FIFA, mereka tetap mendorong badan sepak bola dunia tersebut untuk melakukan investigasi. 

Sementara itu, gelandang Argentina Leandro Paredes mengakui bahwa pertandingan tersebut memang bukan sekadar sepak bola bagi negaranya, mengingat sejarah panjang yang melibatkan kedua negara.  

Di saat seharusnya fokus tertuju pada final Piala Dunia melawan Spanyol, insiden ini justru menjadi pengingat betapa sensitifnya isu geopolitik yang selalu membayangi rivalitas di lapangan hijau.

Kini, dunia menunggu keputusan FIFA terkait potensi sanksi atas spanduk yang kembali membuka luka lama kedaulatan wilayah tersebut.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya