Berita

Pasukan Amerika Serikat luncurkan serangan baru terhadap Iran (Unggahan akun X @CENTCOM)

Dunia

Amerika Serang Basis Rudal Iran di Selat Hormuz

KAMIS, 16 JULI 2026 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki babak baru. Militer AS melancarkan gelombang serangan ke sejumlah target strategis Iran pada Rabu, 15 Juli 2026, waktu setempat.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi militer dimulai pada pukul 06.00 waktu Pantai Timur AS (11.00 GMT). Serangan itu menyasar sistem pertahanan pantai dan fasilitas rudal Iran yang dinilai digunakan untuk mengancam kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

"Pada pukul 06.00 waktu Pantai Timur AS (11.00 GMT), pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Serangan tersebut dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan militer yang telah digunakan pasukan Iran untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM di X, dikutip Kamis, 16 Juli 2026.


Dalam pernyataan berikutnya, CENTCOM mengungkapkan serangan selama sekitar 90 menit menggunakan amunisi presisi untuk menghantam sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Tunb Raya.

"Serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz," tulis CENTCOM.

Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap target militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga memperingatkan bahwa AS harus bersiap menghadapi penutupan seluruh koridor ekspor energi lain yang dinilai menguntungkan Washington dan sekutunya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan negaranya belum memiliki rencana kembali ke meja perundingan.

"Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan fokus pada pertahanan," ujarnya. 

Menurut Baghaei, Iran juga tidak akan menjalankan komitmennya selama AS dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah disepakati sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump turut meningkatkan tekanan terhadap Teheran dengan mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika negosiasi tidak segera dilanjutkan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya