Berita

Hotel Sultan. (Rmol/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Pemerintah Gandeng Danantara Bakal Optimalkan Hotel Sultan

RABU, 15 JULI 2026 | 12:08 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah menyiapkan pengelolaan ulang kawasan Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, untuk meningkatkan nilai aset negara sekaligus membuka peluang tambahan pemasukan negara.

Optimalisasi tersebut dilakukan setelah proses hukum terkait kepemilikan Hotel Sultan dinyatakan selesai. 

Pemerintah kini berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk merancang ulang pengelolaan kawasan tersebut.


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah ingin memastikan aset negara tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

"Kita telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan area Hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya, sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan kepada negara," kata Prasetyo Hadi dalam rapat bersama Komisi XIII DPR RI, Rabu, 15 Juli 2026. 

Prasetyo menjelaskan, persoalan Hotel Sultan telah berlangsung sejak 2018. Namun, pemerintah saat ini hanya menjalankan proses sesuai dengan keputusan hukum yang telah ditetapkan.

"Karena memang dari seluruh proses hukum dinyatakan bahwa Hotel Sultan itu adalah milik negara yang pengelolaannya kepada pihak ketiga telah selesai. Sehingga kita hanya menjalankan proses hukum berdasarkan hasil ketetapan dari pengadilan," ujarnya.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut kawasan eks Hotel Sultan berpotensi ditata ulang menjadi kawasan baru dengan konsep yang lebih besar. Rencana tersebut mencakup desain ulang kawasan GBK secara menyeluruh, termasuk area lain di dalam kompleks tersebut.

"Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru," kata Rosan.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya