Berita

Gedung Danantara (Foto: RMOL)

Bisnis

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

RABU, 15 JULI 2026 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia naik kelas dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi pemain utama yang berdaulat dalam rantai pasok advanced materials (material maju) dunia. 

Melalui forum industri yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, Danantara mendorong pengolahan kekayaan mineral strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth agar nilai tambahnya dinikmati secara maksimal di dalam negeri. 

Langkah nyata ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan critical minerals downstreaming antara MIND ID, PT LEN Industri, PT Krakatau Steel, dan PT Perminas untuk mengoptimalkan pasokan mineral kritis bagi kebutuhan industri strategis, mulai dari kendaraan listrik nasional, penerbangan, pertahanan, hingga energi bersih.


"Sudah saatnya Indonesia naik kelas dalam rantai nilai material maju. Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan tersebut menjadi fondasi teknologi masa depan. Namun, selama puluhan tahun, kita terlalu sering berhenti pada tahap ekstraksi dan mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga berkali-kali lipat," tegas CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Pengembangan sektor pertengahan (middle stream) material maju ini dipandang sebagai bagian vital dari transformasi ekonomi nasional berbasis teknologi tinggi dan penguasaan rantai pasok masa depan. 

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P Santosa menambahkan bahwa kekuatan sejati Indonesia tidak hanya terletak pada melimpahnya cadangan mineral, melainkan pada kemampuan membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mandiri, serta kompetitif secara global.

"Pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional. Keunggulan kita bukan hanya pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri bernilai tambah tinggi," jelas Sigit.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya