Berita

Ilustrasi fungsi pengawasan DPR di tengah kasus yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. (Foto: artificial intelligence)

Hukum

Kasus Jampidsus Febrie Tamparan Keras Tumpulnya Pengawasan DPR

MINGGU, 12 JULI 2026 | 17:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Fungsi pengawasan yang dimiliki Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap jalannya pemerintahan dan penegakan hukum seolah tumpul. DPR terlihat kecolongan dengan mencuatnya dugaan kasus rasuah menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Direktur The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar menilai, dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyeret nama Febrie Adriansyah menjadi cerminan buruknya tata kelola penegakan hukum di Indonesia.

"Ini menunjukkan betapa bobroknya penegakan hukum di negeri ini. Di mana suara DPR?" kata Adinda kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 12 Juli 2026.


Menurutnya, apabila fungsi pengawasan DPR berjalan efektif, berbagai persoalan dalam penegakan hukum semestinya dapat direspons secara cepat dan terbuka.

"Harusnya pilar demokrasi, baik eksekutif, legislatif, yudikatif maupun aparat penegak hukum berjalan sebagaimana mestinya. Tapi dengan adanya kasus ini, wajar kalau kita menjadi hopeless karena demokrasinya mengalami backsliding," ujarnya.

Adinda juga menilai polemik tersebut berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap kualitas demokrasi dan penegakan hukum, meski tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto masih berada pada level tinggi.

"Kepercayaan publik juga turun. Meskipun tingkat kepuasan terhadap presiden masih di kisaran 70-80 persen, itu tidak menggambarkan kualitas demokrasi dan penegakan hukum di negeri ini," katanya.

Lebih jauh, Adinda mempertanyakan belum adanya langkah konkret DPR dalam merespons dugaan keterlibatan Febrie Adriansyah dalam perkara blackout Sumatera.

"Nah pertanyaannya DPR, MPR, DPD, DPRD ada di mana? Seharusnya hal seperti ini bisa dipanggil, ditanyakan agar proses hukumnya benar-benar ditindaklanjuti. Transparansi dan akuntabilitas juga harus tetap ditagih," tegasnya.

Menurut Adinda, tanpa pengawasan yang serius, isu tersebut dikhawatirkan hanya menjadi perhatian sesaat dan kemudian tenggelam tanpa penyelesaian.

"Kalau tidak, ini hanya akan menjadi berita hangat sementara dan mengalihkan perhatian dari isu lain yang lebih besar atau kasus-kasus yang sampai sekarang tidak kunjung ditindaklanjuti," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya