Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

MINGGU, 12 JULI 2026 | 09:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh aparatur negara, mulai dari birokrat, TNI, Polri, hingga jajaran Kejaksaan, agar terus melakukan introspeksi dalam menjalankan amanah jabatan. Pesan itu disampaikan saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio, pidato presiden itu lebih dari sekadar teguran namun "instruksi moral" kepada aparat agar tidak lupa dari mana kewenangan mereka berasal.

"Ini bukan sekadar teguran biasa, ini masuknya perintah. Dia cuma mau mengingatkan agar aparat berhenti merasa menjadi pemilik negara dan ingat bahwa mereka hanya dititipi amanah oleh rakyat," ujar Hensa, Minggu, 12 Juli 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai, kalimat Presiden yang menyebut "sepatu, bintang, topi" berasal dari rakyat merupakan simbol bahwa pangkat dan jabatan bukanlah hak istimewa yang melekat seumur hidup.

"Kalau masih ada aparat yang merasa pangkat dan seragam membuat dirinya lebih tinggi dari rakyat, berarti dia gagal memahami pesan Presiden di Lombok itu. Pangkat itu diberikan rakyat, bukan turun dari langit," katanya.

Pernyataan Presiden juga menjadi peringatan bahwa aparat tidak boleh memaknai loyalitas hanya sebatas kepada atasan atau institusi. Loyalitas tertinggi, kata dia, harus ditujukan kepada kepentingan rakyat, sesuai pesan Prabowo di pidato itu.

"Kalimat Presiden bahwa rakyat tidak ingin korupsi sebenarnya sederhana, yang rumit justru kalau masih ada aparat yang pura-pura tidak mendengar. Kalau pesan sejelas ini masih dianggap angin lalu, berarti persoalannya bukan lagi pada Presiden, melainkan pada telinga para aparatnya," ucap Hensa.

Ia pun menilai, publik selama ini tidak pernah menuntut hal yang muluk-muluk. Masyarakat hanya menginginkan negara hadir melalui aparat yang bekerja dengan jujur, adil, dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

"Rakyat kan selama ini tidak meminta aparat menjadi malaikat, cukup adil dan jangan menjadi beban. Jangan sampai seragam yang seharusnya melindungi justru membuat rakyat merasa takut, dan saya kira itu inti yang ingin ditegaskan Presiden dalam pidatonya," tuturnya.

Ia menilai, efektivitas pidato presiden akan terlihat dari perubahan cara kerja aparat dalam melayani masyarakat.

"Dalam politik, pesan pemimpin baru memiliki dampak ketika diterjemahkan menjadi perilaku birokrasi. Karena itu, publik akan melihat konsistensi aparat dalam menjalankan arahan Presiden, bukan hanya substansi pidatonya," tutup Hensa.


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya