Berita

Selat Hormuz (Foto: Ilustrasi AI)

Dunia

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

MINGGU, 12 JULI 2026 | 08:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah Washington melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap target-target Iran. 

Operasi militer itu dilakukan menyusul aksi Teheran menyerang sebuah kapal berbendera Siprus yang melintas di Selat Hormuz, tak lama setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penutupan kembali jalur pelayaran vital tersebut hingga waktu yang belum ditentukan.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyebut serangan itu merupakan gelombang ketiga dalam sepekan. 


Washington menuding pasukan IRGC secara terang-terangan menyerang kapal komersial yang tengah berlayar di kawasan tersebut. 

Akibat serangan itu, ruang mesin kapal mengalami kerusakan berat hingga tidak mampu melanjutkan pelayaran, sementara satu awak sipil dilaporkan hilang.

"Iran diberi kesempatan lagi untuk menunjukkan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman setelah dimintai pertanggungjawaban atas serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal komersial, tetapi sekali lagi gagal," demikian pernyataan CENTCOM yang diunggah melalui media sosial X, dikutip Minggu, 12 Juli 2026. 

Di pihak lain, media pemerintah Iran melaporkan IRGC menutup Selat Hormuz setelah menembakkan rudal jelajah antikapal ke arah sebuah kapal yang disebut melintasi rute yang tidak disetujui. 

Garda Revolusi mengklaim kapal tersebut telah diberi tembakan peringatan sebelum akhirnya dihentikan karena mengabaikan instruksi. IRGC juga memperingatkan bahwa setiap bentuk "agresi" Amerika Serikat sebagai respons atas penutupan Selat Hormuz akan dibalas dengan keras, termasuk dengan menyasar pangkalan-pangkalan baru AS di kawasan.

Eskalasi terbaru itu memperpanjang rangkaian bentrokan yang telah berlangsung sejak awal pekan, ketika tiga kapal tanker komersial diserang saat melintasi jalur pelayaran yang direkomendasikan Amerika di perairan Oman. 

Iran bersikeras hanya jalur yang berada di bawah pengawasannya yang aman digunakan.

Serangan-serangan tersebut memicu aksi balasan AS yang menurut pejabat Iran menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 115 lainnya, sebelum kemudian dibalas lagi oleh Teheran melalui serangan terhadap sekutu-sekutu Washington di kawasan.

Situasi semakin panas setelah Presiden Donald Trump menyatakan serangan Iran menandai berakhirnya gencatan senjata, meski ia menegaskan jalur diplomasi masih terus diupayakan melalui para mediator. 

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyerukan pembalasan atas kematian ayahnya, Ali Khamenei. 

"Kami berjanji untuk membalaskan darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari kedua perang ini dari para pembunuh yang keji dan tercela. Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat lainnya. Baik kita hadir atau tidak, hal itu akan tetap terjadi," tegasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya