Berita

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi) Junaedhi Mulyono. (Foto: Istimewa)

Hukum

Ketum Apdesi:

Bersih-bersih Koruptor Harus Sampai Level Desa!

MINGGU, 12 JULI 2026 | 15:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Langkah berani Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia mendapat dukungan penuh dari elemen akar rumput.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi) Junaedhi Mulyono menegaskan bahwa aksi bersih-bersih dari praktik lancung tidak boleh hanya berhenti di tingkat pusat, melainkan harus dikawal ketat hingga ke tingkat pemerintahan desa.

Di tengah sorotan tajam publik terhadap berbagai kasus penegakan hukum belakangan ini, Junaedhi menilai pemerintah telah berada di jalur yang benar. Aparat penegak hukum dinilai terus menunjukkan profesionalitas, transparansi, dan bekerja sesuai koridor hukum yang berlaku.


“Upaya membangun pemerintahan yang bersih harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa,” kata Junaedhi Mulyono dalam keterangannya, Minggu 12 Juli 2026.

Menurut Junaedhi, penguatan koordinasi antarlembaga penegak hukum menjadi kunci krusial agar pemberantasan korupsi berjalan efektif dan tidak kehilangan kepercayaan publik.

Ia mendesak agar hukum ditegakkan secara objektif, tegas, dan tanpa pandang bulu dengan tetap mengedepankan kepastian hukum dan keadilan.

Sebagai wadah para kepala desa di Tanah Air, Apdesi memandang perang melawan korupsi tidak melulu soal penindakan, melainkan harus diperkuat pada sektor pencegahan melalui tata kelola yang bersih.

Kepala desa dinilai memegang peranan strategis sebagai ujung tombak yang mengelola langsung anggaran dan program pembangunan desa secara akuntabel.

Junaedhi pun mewanti-wanti dan meminta seluruh jajaran kepala desa untuk menjadikan momentum pemberantasan korupsi saat ini sebagai cambuk pengingat untuk mempertebal integritas.

Ke depan, Apdesi berkomitmen untuk terus menggenjot peningkatan kapasitas para kepala desa agar melek terhadap sistem tata kelola keuangan yang bebas korupsi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya