Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. (Foto: istimewa)
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. (Foto: istimewa)
Menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, dalam KUHAP tahun 2025, hubungan penyidik dan penuntut umum bersifat koordinatif, bukan pelimpahan perkara dari satu penyidik kepada penyidik lainnya.
"Berdasarkan KUHAP yang baru, penyidik dan penuntut umum itu koordinasi. Berkas perkara tetap ada di penyidik. Yang dilakukan adalah menyerahkan berkas perkara kepada jaksa untuk dinilai apakah P21 atau P19," kata Boyamin kepada RMOL, Minggu, 12 Juli 2026.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
UPDATE
Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16
Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16
Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07