Berita

Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Jelang Muktamar NU, KH Zulfa Mustofa Ajak Ulama Kembali Menulis Kitab

RABU, 08 JULI 2026 | 21:24 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Kebangkitan tradisi menulis kitab di kalangan ulama dinilai menjadi ikhtiar penting untuk menjaga kesinambungan ilmu dan membangun peradaban Islam menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren menghidupkan kembali tradisi tersebut sebagai warisan intelektual bagi generasi mendatang.

Menurut KH Zulfa, sejak awal perkembangan Islam hingga di Nusantara, kemajuan peradaban lahir tidak hanya dari sosok ulama yang alim, tetapi juga dari karya-karya keilmuan yang mereka tinggalkan.


"Tradisi ulama adalah tradisi ilmu. Karena itulah para ulama terdahulu tidak hanya mendidik murid, tetapi juga meninggalkan kitab sebagai warisan intelektual bagi umat," ujar Zulfa dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Juli 2026.

Ia menilai pesantren perlu terus melahirkan karya-karya baru untuk menjawab perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga persoalan kebangsaan dan kemanusiaan.

"Memang penting kita membaca, mengaji, dan mengkaji kitab para ulama terdahulu. Tetapi para ulama juga memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan karya yang dapat menjadi rujukan bagi generasi mendatang. Di situlah estafet keilmuan terus berjalan," katanya.

Zulfa menegaskan, menulis kitab bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan bagian dari dakwah dan khidmat kepada umat.

"Ceramah dapat menggerakkan hati pada masanya. Tetapi kitab menjaga ilmu tetap hidup sepanjang masa," tuturnya.

Semangat tersebut menjadi latar belakang lahirnya kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa karya KH Zulfa Mustofa yang akan diluncurkan dan dibedah pada Jumat, 10 Juli 2026, di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya