Berita

Tangkapan layar survei IndexMundi. (Foto: tangkapan layar web IndexMundi)

Politik

Persepsi Polri Versi IndexMundi Merendahkan Kebijakan Prabowo

SELASA, 07 JULI 2026 | 14:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kajian organisasi global IndexMundi yang menempatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada peringkat ke-18 institusi kepolisian paling korup di dunia langsung memantik reaksi keras. Hasil survei berbasis persepsi itu dinilai cacat metodologi dan sarat agenda politik tersembunyi.

Ahli hukum pidana, Prof Romli Atmasasmita meragukan laporan tersebut sebagai fakta ilmiah yang valid. Menurut Romli, publikasi asing itu memiliki tendensi politis untuk mendelegitimasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah gencar melakukan reformasi hukum dan penegakan ketertiban nasional.

"Survei semacam itu bertujuan melemahkan legitimasi dan wibawa pemerintahan Presiden Prabowo. Kritik terhadap kebijakan publik harus dilandasi kajian ilmiah yang sahih, bukan data persepsi tidak terverifikasi yang didistribusikan seolah kebenaran empiris," tegas Prof Romli dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Juli 2026.


Kritik tajam juga datang dari pengamat sosial sekaligus ahli statistik, Karyono Wibowo. Ia menilai klaim IndexMundi secara metodologis sangat lemah dan tidak memenuhi standar ilmiah survei publik internasional.

Setidaknya ada tiga kelemahan fundamental yang membuat temuan ini gugur sebagai rujukan.

Pertama, survei ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan hanya mengandalkan 296 responden daring. Sampel sekecil ini dipastikan tidak representatif untuk menggambarkan populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

"Margin of error yang dihasilkan dari sampel sekecil ini jauh melampaui batas toleransi yang diterima dalam standar survei akademis maupun kebijakan publik internasional," jelasnya.

Kedua, responden direkrut semata-mata dari pengunjung laman IndexMundi yang bias demografis, didominasi pengguna internet aktif berbahasa Inggris. Profil ini tidak mencerminkan masyarakat Indonesia yang heterogen, di mana persepsi mereka sangat mungkin disetir oleh pemberitaan media internasional, bukan pengalaman riil di lapangan.

Ketiga, indikator yang digunakan sama sekali tidak mengukur pengalaman suap secara riil, jumlah perkara hukum, ataupun data resmi lembaga antikorupsi. Survei ini murni merekam persepsi subjektif yang rentan dipengaruhi sentimen politik dan narasi media.

Dikutip dari laman resminya, IndexMundi memang menempatkan korupsi Polri di peringkat ke-18 dunia dari 100 negara yang disurvei dengan skor 7,56. Posisi teratas ditempati Honduras dengan skor 8,32, sedangkan Denmark berada di peringkat paling buncit alias paling bersih dengan skor 1,86.

Dalam rilis Police Corruption Perceptions Index tersebut, responden hanya ditanya mengenai persepsi seberapa besar korupsi di institusi kepolisian tempatnya tinggal. Semakin besar skor yang diperoleh, semakin tinggi pula persepsi koruptifnya.

Adapun responden yang disurvei sebanyak 296 orang berasal dari Indonesia dengan margin of error 5,70 persen. Meski demikian, survei tersebut tidak mencantumkan tanggal pengumpulan data, verifikasi domisili, maupun mekanisme penyaringan respons bot.  

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya