Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setneg)

Politik

Perhatian Prabowo terhadap Modernisasi Alutsista Sangat Besar

SELASA, 07 JULI 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Percepatan  pembangunan fisik dua kapal selam Scorpene di PT PAL Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap modernisasi pertahanan nasional.

Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan hingga kini sebagai Presiden, Prabowo secara konsisten mendorong pembaruan kekuatan militer Indonesia melalui pengadaan alutsista modern yang diimbangi peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah mengatakan, arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar kuantitas persenjataan, tetapi juga kualitas teknologi dan kemampuan produksi dalam negeri.


“Prabowo memiliki perhatian yang sangat besar terhadap modernisasi alutsista," kata Amir, dikutip Selasa 7 Juli 2026. 

Namun, kata Amir, modernisasi yang dibangun Prabowo bukan hanya membeli persenjataan, melainkan menciptakan kemampuan nasional agar Indonesia mampu memproduksi, merawat, dan mengembangkan sendiri sistem pertahanannya.

Ia menilai pembangunan Scorpene menjadi salah satu simbol keberhasilan strategi tersebut karena seluruh proses produksi dilakukan di PT PAL setelah melewati berbagai tahapan sertifikasi internasional.

Keberhasilan tenaga kerja Indonesia memperoleh predikat zero weld defect juga menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia nasional telah memenuhi standar industri kapal selam dunia.

Dalam perspektif geopolitik, Amir menilai hadirnya kapal selam Scorpene akan meningkatkan posisi tawar Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Selama ini dinamika keamanan kawasan mengalami perubahan akibat meningkatnya persaingan kekuatan besar di Indo-Pasifik, termasuk meningkatnya aktivitas militer di berbagai jalur laut strategis.

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, membutuhkan kemampuan bawah laut yang kuat untuk menjaga wilayah kedaulatan nasional.

“Kapal selam memiliki daya gentar yang sangat tinggi karena lawan tidak pernah mengetahui secara pasti posisi maupun kekuatan yang sedang beroperasi di bawah laut," pungkas Amir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya