Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Foto: Dok PSI)

Politik

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

SELASA, 07 JULI 2026 | 09:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah pada pertengahan Juli 2026 dinilai belum cukup untuk mengubah dominasi politik PDI Perjuangan (PDIP) di provinsi tersebut. 

Ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadikan Jawa Tengah sebagai "kandang gajah" pun diperkirakan tidak akan mudah terwujud.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai ada dua faktor utama yang membuat target tersebut sulit dicapai.


"Target PSI menjadikan Jawa Tengah kandang gajah tentu tidak mudah. Ada dua penyebab utamanya," kata Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Selasa 7 Juli 2026. 

Menurut Jamiluddin, faktor pertama berkaitan dengan perbedaan karakter pengaruh Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jawa Tengah. Jokowi dinilai memiliki daya tarik yang bersifat personal dan populis, sedangkan Megawati bertumpu pada basis ideologis yang telah mengakar kuat melalui mesin partai.

"Pengaruh Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri berbeda di Jawa Tengah. Jokowi lebih populis dan Megawati cenderung ideologis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan populis Jokowi memang dapat mendongkrak elektabilitas dalam jangka pendek. Namun, pengaruh tersebut dinilai tidak mengakar sehingga berpotensi memudar ketika popularitas menurun atau manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat berkurang.

Sebaliknya, Megawati dinilai memiliki basis pendukung yang dibangun melalui ikatan ideologis dan kultural PDIP sejak era Orde Baru.

"Pendekatan Megawati menciptakan hubungan yang kuat dengan massa pendukungnya. Hal itu menghasilkan pendukung militan terhadap Megawati,” katanya.

Karena itu, Jamiluddin menilai pengaruh Jokowi yang lebih populis masih sulit menggeser dominasi PDIP di Jawa Tengah.

Faktor kedua, lanjutnya, tercermin dari hasil Pemilu Legislatif 2024. Saat itu, PSI hanya memperoleh dua kursi di DPRD Provinsi Jawa Tengah, sedangkan PDIP mengamankan 33 kursi.

"Jumlah kursi yang sangat minim itu membuat PSI di Jateng hanya partai gurem. Padahal pada Pileg 2024 PSI sudah menggunakan slogan PSI partainya Jokowi,” ujarnya.

Menurut Jamiluddin, pada saat itu Jokowi masih menjabat sebagai presiden dengan modal politik, ekonomi, dan sosial yang kuat. Namun, kondisi tersebut tetap belum mampu mendongkrak perolehan kursi PSI secara signifikan di Jawa Tengah.

"Jadi, dari perolehan kursi itu, jelas PSI akan sulit menjadikan Jateng sebagai kandangnya bila hanya mengandalkan Jokowi. Setidaknya perkiraan itu akan berlaku hingga Pileg 2029,” pungkasnya.


Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya