Indonesian Youth SDGs Summit atau IYSDGS 2026 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Universitas Bakrie melalui Program Studi Ilmu Politik kembali menyelenggarakan Indonesian Youth SDGs Summit atau IYSDGS 2026 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta.
Mengusung tema “Next-Gen Solutions for Energy and Food Security”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi internasional, sektor swasta, komunitas, dan generasi muda dalam membahas isu ketahanan air, ketahanan pangan, energi, serta pembangunan berkelanjutan.
Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W. Alisjahbana, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa generasi muda dapat mengambil peran aktif dalam isu keberlanjutan.
Prof. Sofia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membuka ruang pertemuan antara gagasan akademik, pengalaman lapangan, dan kebutuhan kebijakan publik.
“Isu sustainability membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi perlu hadir sebagai ruang yang mempertemukan pengetahuan, riset, inovasi, dan aksi nyata agar solusi yang lahir dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Sofia dalam keterangan tertulis, Senin 6 Juli.
Dalam sesi pembukaan, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, menegaskan bahwa isu sustainability dan lingkungan hidup bukanlah isu baru dalam kerangka bernegara.
Menurutnya, para pendiri bangsa telah meletakkan dasar mengenai pentingnya lingkungan hidup dalam konstitusi Indonesia.
Ia juga menekankan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah tercermin dalam Pasal 33 ayat 4 UUD 1945, yang menyatakan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan dengan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
“Pasal 33 ayat 4 menyatakan bahwa pembangunan ekonomi harus dilandaskan pada prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Artinya, sejak awal kita memiliki dasar konstitusional bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengabaikan keberlanjutan lingkungan” lanjutnya.
Sementara itu, tokoh lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Prof. Emil Salim, mengajak peserta untuk melihat pembangunan berkelanjutan sebagai agenda jangka panjang Indonesia.
Ia menekankan pentingnya merintis pola pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sosial dan lingkungan.
“Pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan. Kita perlu memastikan bahwa pembangunan juga menjaga manusia, lingkungan, dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.