Berita

Iran ejek FIFA dan Donald Trump (Unggahan akun X @IRANinKENYA)

Dunia

Iran Kecam FIFA Usai Balogun Lolos Skorsing, Piala Dunia 2026 Disebut War Cup

SENIN, 06 JULI 2026 | 11:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan FIFA yang membatalkan skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menuai kritik dari berbagai pihak. Selain memicu protes Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA), keputusan tersebut juga mendapat sorotan tajam dari Iran.

Melalui akun resmi Kedutaan Besar Iran untuk Kenya di platform X, Teheran melontarkan sindiran keras kepada FIFA dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Bahkan, Iran menyebut Piala Dunia 2026 sebagai "War Cup" atau "Piala Perang".

"'War Cup' ini ternyata tak lebih dari sebuah lelucon. Memalukan, FIFA!" tulis Kedutaan Besar Iran, dikutip Senin, 6 Juli 2026.


Unggahan tersebut turut menyertakan tangkapan layar pernyataan Donald Trump yang memuji keputusan FIFA setelah hukuman terhadap Balogun dibatalkan.

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan sebuah ketidakadilan besar!" tulis Trump.

Kontroversi bermula ketika FIFA secara mengejutkan mencabut hukuman larangan bermain satu pertandingan yang sebelumnya dijatuhkan kepada Balogun. Penyerang berusia 25 tahun itu semula menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina, sehingga berdasarkan regulasi seharusnya absen pada laga babak 16 besar melawan Belgia.

Namun, sejumlah laporan media menyebut Presiden Trump menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan meminta agar hukuman tersebut ditinjau kembali. Tak lama kemudian, FIFA memutuskan menangguhkan skorsing Balogun sehingga ia tetap dapat tampil membela Amerika Serikat.

Keputusan tersebut memicu gelombang kritik. Selain Iran, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) juga mengaku terkejut dan menilai perubahan keputusan FIFA bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

RBFA menyatakan tengah mempertimbangkan berbagai langkah yang dapat ditempuh sebagai respons atas keputusan kontroversial tersebut.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya