Berita

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) laporkan serangan kapal kargo di Laut Merah pada Minggu, 5 Juli 2026 (Unggahan akun X @UK_MTO)

Dunia

Inggris Laporkan Serangan Kapal Kargo di Laut Merah

SENIN, 06 JULI 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah kapal kargo dilaporkan menjadi sasaran serangan di Laut Merah pada Minggu, 5 Juli 2026, waktu setempat, di tengah masih rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pihaknya menerima laporan insiden sekitar 30 mil laut atau 56 kilometer di barat daya pelabuhan Al Hudaydah, Yaman.

Dalam pernyataannya di platform X, UKMTO mengungkapkan bahwa kapal tersebut telah mengirimkan sinyal darurat setelah diserang oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.


"Sebuah kapal kargo telah mengirimkan sinyal bahaya yang menyatakan bahwa mereka diserang oleh penyerang tak dikenal," kata UKMTO, dikutip Senin, 6 Juli 2026.

Otoritas maritim Inggris menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan mengimbau seluruh kapal yang melintasi kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kapal-kapal diminta melintas dengan hati-hati," tulis UKMTO.

Lokasi serangan berada di dekat Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab. Selat ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan global, terutama untuk pengiriman minyak dan barang dari Timur Tengah menuju Asia dan Eropa.

Kawasan tersebut sebelumnya juga menjadi lokasi serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kapal-kapal dagang sepanjang 2023 hingga 2025 sebagai respons atas perang Israel di Gaza. Meski demikian, kelompok Houthi sebagian besar tidak terlibat dalam konflik langsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Peran Selat Bab el-Mandeb semakin penting setelah gangguan di Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran. Ketika pengiriman melalui Hormuz sempat terganggu, Arab Saudi meningkatkan ekspor minyak melalui Pipa Timur-Barat menuju Laut Merah. Minyak tersebut kemudian dikirim melewati Bab el-Mandeb untuk memasok negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.

Situasi mulai membaik setelah AS dan Iran pada 17 Juni menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang berlangsung hampir empat bulan, membuka kembali Selat Hormuz, serta memulai negosiasi selama 60 hari guna mencapai kesepakatan damai permanen.

Sejak kesepakatan itu tercapai, aktivitas pengiriman minyak kembali meningkat. Berdasarkan data Kpler, Arab Saudi telah mengirim sekitar 34 juta barel minyak melalui Selat Hormuz sejak 17 Juni. Volume tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pengiriman selama periode 9 Maret hingga 17 Juni.

Membaiknya arus pasokan energi turut menekan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent kini telah turun sekitar 39 persen dibandingkan puncaknya pada Maret lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya