Berita

Momen saat wasit memberikan kartu merah kepada penyerang Timnas Amerika Serikat Folarin Balogun saat melawan Timnas Bosnia-Herzegovina (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube TVRI)

Sepak Bola

FIFA Batalkan Skorsing Striker Timnas AS Usai Trump Turun Tangan

SENIN, 06 JULI 2026 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kontroversi mewarnai Piala Dunia 2026 setelah FIFA membatalkan hukuman larangan bermain satu laga bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, usai Presiden AS Donald Trump meminta sanksi tersebut ditinjau kembali.

Dengan keputusan tersebut, Balogun dipastikan dapat memperkuat AS saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. 

Sebelumnya, striker berusia 25 tahun itu menerima kartu merah kontroversial dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina, sehingga otomatis dijatuhi larangan bermain satu pertandingan sesuai regulasi FIFA.


Namun, FIFA memutuskan menangguhkan sanksi tersebut. Dalam pernyataannya, FIFA menyebut bahwa "penerapan larangan pertandingan otomatis untuk pemain AS Folarin Balogun ditangguhkan untuk masa percobaan satu tahun."

Laporan The New York Times menyebut Trump menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino dan meminta agar hukuman Balogun ditinjau kembali.

Trump kemudian menyambut keputusan FIFA melalui akun Truth Social miliknya. 

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan besar!" tulisnya, dikutip Senin, 6 Juli 2026.

Keputusan FIFA langsung memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). Dalam pernyataannya, federasi tersebut mengaku terkejut karena perubahan keputusan dinilai bertentangan dengan aturan tertulis FIFA.

"Kami sedang menyelidiki semua opsi yang mungkin," kata RBFA.

Trump diketahui memiliki hubungan dekat dengan Infantino dan beberapa kali menghadiri ajang FIFA. Sementara itu, Balogun menjadi salah satu pemain paling produktif Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 dengan torehan tiga gol dari tiga pertandingan. 

Pemenang laga AS melawan Belgia akan menghadapi Portugal atau Spanyol di babak perempat final.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya