Berita

Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya yang diselenggarakan Koordinator Komisariat (Koorkom) HMI Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Balai Pusat Pelatihan Bisnis dan Pariwisata Kemendikdasmen, Sawangan, Depok, Sabtu, 4 Juli 2026. (Foto: Dokumentasi HMI)

Politik

HMI Didorong Perkuat Gerakan Berbasis Data dan Solusi

MINGGU, 05 JULI 2026 | 23:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Organisasi mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap demokrasi dan perkembangan teknologi informasi. 

Di tengah derasnya arus informasi digital, gerakan mahasiswa dinilai perlu mengedepankan pendekatan yang berbasis data, riset, serta solusi konkret agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Fathan Putra Mardela, saat menjadi pemateri dalam Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya yang diselenggarakan Koordinator Komisariat (Korkom) HMI Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Balai Pusat Pelatihan Bisnis dan Pariwisata Kemendikdasmen, Sawangan, Depok, Sabtu, 4 Juli 2026. 


Pada kesempatan tersebut, Fathan menyampaikan materi bertajuk Mahasiswa sebagai Pressure Group di Era Digital.

"Dinamika demokrasi digital telah membuka ruang partisipasi publik yang semakin luas. Namun, ruang tersebut juga menghadirkan tantangan baru karena opini publik sangat mudah dipengaruhi oleh arus informasi yang cepat, sehingga organisasi mahasiswa dituntut memiliki kapasitas intelektual yang lebih baik dalam membaca persoalan bangsa," kata Fathan dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026. 

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya sekedar menyampaikan kritik dan gerakan parlemen jalanan. 

"Gerakan yang berdampak adalah gerakan yang mampu menghadirkan data, analisis yang objektif, serta menawarkan solusi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan publik," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah gerakan tidak lagi dapat dilihat dari seberapa besar perhatian yang diperoleh di media sosial. Popularitas digital memang mampu membangun kesadaran publik, tetapi belum tentu menghasilkan perubahan apabila tidak didukung organisasi yang kuat, strategi yang matang, dan tujuan kebijakan yang jelas.

"Viralitas bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana gagasan yang diperjuangkan mampu memengaruhi kebijakan melalui argumentasi yang kuat, legitimasi ilmiah, dan konsolidasi organisasi yang baik," tutupnya.

Fathan menilai HMI sebagai organisasi kader memiliki modal historis dan intelektual untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam kehidupan berbangsa.  

"Kader HMI perlu memperkuat tradisi riset agar setiap gagasan yang disampaikan memiliki dasar akademik yang kokoh," bebernya. 

Ia mengingatkan bahwa budaya ilmiah harus menjadi karakter utama kader HMI. Kejujuran terhadap data, kemampuan melakukan analisis kebijakan, serta keberanian menyampaikan fakta secara objektif merupakan bagian dari etika intelektual yang tidak boleh ditinggalkan.

"Kader HMI harus jujur terhadap data. Jangan memanipulasi statistik atau memilih fakta yang hanya menguntungkan posisi tertentu. Kejujuran ilmiah adalah fondasi moral sebuah gerakan karena dari sanalah lahir kepercayaan publik," tegasnya.

Dalam paparannya, Fathan memperkenalkan konsep Ideopolstratak (Ideologi, Politik, Organisasi, Strategi, dan Taktik) sebagai kerangka membangun gerakan mahasiswa yang lebih efektif. 

"Ideologi menjadi kompas nilai, organisasi menjadi infrastruktur perjuangan, sedangkan strategi dan taktik merupakan instrumen untuk mengubah gagasan menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya lagi. 

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital sebagai instrumen memperkuat gerakan intelektual.

"Pemanfaatan media digital, harus diarahkan untuk memperluas literasi publik, menyebarluaskan hasil riset, memperkuat jejaring kolaborasi, serta membangun komunikasi yang produktif dengan para pemangku kepentingan," jelasnya. 

Lebih jauh, Fathan mengajak kader HMI untuk menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan strategis yang mampu melahirkan pemimpin dengan kemampuan berpikir kritis, bekerja kolaboratif, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

"Gerakan mahasiswa akan semakin relevan apabila mampu memadukan idealisme, integritas, kapasitas akademik, dan kemampuan membangun solusi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penyampai aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari lahirnya kebijakan publik yang berkualitas," ujarnya.

Fathan menegaskan bahwa HMI memiliki tanggung jawab untuk terus melahirkan kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi jati diri organisasi.

"Sudah saatnya gerakan mahasiswa memperkuat tradisi riset, memperkokoh organisasi, serta menghadirkan gagasan yang solutif. Dari sanalah lahir pengaruh yang positif bagi pembangunan nasional dan kemajuan demokrasi Indonesia," pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya