Berita

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

KPK Diminta Profesional usai Raja Juli Jujur Terima Amplop

MINGGU, 05 JULI 2026 | 12:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituntut profesional dalam kasus dugaan korupsi Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby, di tengah isu keterlibatan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH), Abdul Razak Nasution menilai, sikap Raja Juli yang mengembalikan amplop diduga berisi uang yang ditinggalkan Bupati Kuansing, saat beraudiensi di Kantor Kementerian Kehutanan pada 2 Juni 2026, adalah langkah positif.

"Jangan sampai kejujuran dan ketegasan seorang pejabat justru dijadikan bahan tuduhan tanpa bukti. Itu sangat merugikan dan berpotensi meredupkan semangat pejabat lain yang ingin bersih," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 5 Juli 2026.


Razak mengapresiasi langkah KPK yang melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Kuansing bersama Sekretaris Daerah Zulkarnain, serta Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardileh, pada 29 Juni 2026.

Namun menurutnya, PP HIMMAH juga memberikan apresiasi tinggi terhadap Raja Juli yang berani menyampaikan secara jujur adanya pemebrian uang dari Bupati Kuansing.

"Kami sangat mengapresiasi sikap kesatria Menteri Raja Juli Antoni, yang tetap konsisten menolak segala bentuk suap," sambungnya.

Razak juga mengajak masyarakat agar tidak terpancing narasi liar yang menyebutkan keterlibatan Raja Juli dalam kasus tersebut.

"Sudah jelas Bapak Menteri secara rinci memberikan klarifikasi terbuka atas tuduhan itu," ujar Razak.

Razak menambahkan, justru sikap Menteri Raja Juli Antoni membuktikan bahwa ia berdiri tegak di jalur kebenaran. Ia bukan pihak yang terlibat, melainkan saksi sekaligus pihak yang tegas menolak upaya penyogokan sejak awal.

"Jangan biarkan isu melenceng membuat penegakan hukum terganggu. Mari kita jaga ketertiban informasi dan dukung upaya pemberantasan korupsi yang bersih dan adil," ajaknya.

"Kami berharap semangat integritas ini terus dijaga. PP HIMMAH siap menjadi pengawal agar kebenaran tetap tegak, dan narasi kebohongan segera padam," demikian Razak menutup.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya