Berita

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Sekretariat Presiden RI)

Politik

Sentimen Positif di Ruang Digital Jadi Indikasi Solidnya Koalisi Prabowo

MINGGU, 05 JULI 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Hasil riset dan pemantauan media sosial yang dirilis Sintesa Strategi Indonesia (SSI) mendapat perhatian Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. Bustamin Wahid. Menurutnya, temuan tersebut memberikan gambaran penting mengenai dinamika opini publik di ruang digital.

Berdasarkan riset SSI, percakapan dengan kata kunci "Prabowo" menghasilkan sekitar 231 juta terpaan konten selama periode 5 Juni hingga 2 Juli 2026. Namun, hanya sekitar 33 juta terpaan atau kurang dari 20 persen yang secara spesifik mengaitkan Presiden Prabowo Subianto dengan nama para menteri maupun wakil presiden di kabinetnya.

Dari sejumlah tokoh yang menjadi sorotan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mencatat 8.213.780 terpaan konten, tertinggi kedua setelah Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh 8.617.236 terpaan.


Meski demikian, dari sisi sentimen publik, Bahlil memperoleh citra yang lebih positif. Sebanyak 40,1 persen percakapan tentang dirinya bernada positif, 5,9 persen negatif, sementara sisanya netral. Sebaliknya, percakapan mengenai Gibran mencatat sentimen negatif yang lebih tinggi, yakni 25,9 persen, dengan sentimen positif sebesar 31,4 persen.

SSI mengelompokkan lima tokoh dengan tingkat sorotan tertinggi ke dalam kategori "Tier 1 Dominan", yakni figur yang memperoleh lebih dari satu juta paparan konten terkait Presiden Prabowo. Kelima tokoh tersebut adalah Gibran Rakabuming Raka, Bahlil Lahadalia, Nanik/Deyang, Teddy Indra Wijaya, dan Purbaya Yudhi Sadewa.

Di luar Gibran dan Bahlil, Letkol Teddy mencatat 3.606.181 terpaan konten dengan sentimen positif 24,1 persen dan negatif 15,2 persen. Sementara Purbaya memperoleh 1.648.351 terpaan dengan sentimen positif 12,2 persen dan negatif 9,5 persen. 

Adapun Nanik/Deyang meraih 7.451.724 terpaan, namun percakapannya didominasi sentimen netral hingga 85,7 persen, sedangkan sentimen positif dan negatif tercatat relatif kecil.

Dari lima tokoh tersebut, Bahlil menjadi satu-satunya figur yang memadukan tingkat sorotan tinggi dengan proporsi sentimen negatif yang paling rendah. Secara keseluruhan, SSI mencatat sentimen publik terhadap Prabowo Subianto selama periode pengamatan terdiri atas 41,5 persen positif, 44,7 persen netral, dan 13,8 persen negatif.

Menanggapi temuan tersebut, Bustamin Wahid menilai pola percakapan di ruang digital itu perlu dibaca dalam konteks dinamika koalisi pemerintahan yang sedang berkembang.

“Sebagai pengamat, saya melihat data ini menunjukkan bahwa figur seperti Bahlil Lahadalia relatif jarang menjadi sasaran sentimen negatif dibandingkan tokoh lain yang sama-sama banyak disorot publik. Ini bisa dibaca sebagai indikasi soliditas dukungan kader partai koalisi terhadap pemerintahan, meskipun tentu perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah pola ini konsisten dalam jangka panjang,” ujar Bustamin, Minggu, 5 Juli 2026.

Bustamin memandang temuan semacam ini penting untuk terus dipantau sebagai bagian dari kajian dinamika komunikasi politik di ruang digital, khususnya menjelang tahapan politik berikutnya.

Dia juga menyoroti pentingnya konsistensi antara sentimen positif di ruang digital dan kinerja nyata di lapangan, sebagai syarat agar temuan seperti ini tidak berhenti sebagai angka semata.

“Data digital seperti ini bisa menjadi indikator awal, tapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pembantu presiden. Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana sentimen positif ini dijaga konsistensinya lewat kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar aktivitas di media sosial. Saya juga mendorong agar lembaga riset seperti SSI terus transparan soal metodologi yang digunakan, supaya publik bisa menilai temuan ini secara utuh,” kata Bustamin.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya