Berita

Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Publika

Piala Dunia 2026

Turnamen Belum Usai tapi Korban Jabatan Terus Berguguran!

MINGGU, 05 JULI 2026 | 04:00 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

PIALA Dunia 2026 di Amerika Utara tidak hanya menjadi panggung mimpi bagi para juara, tetapi juga ladang pembantaian karier bagi para pelatih dan petinggi federasi. 

Baru memasuki babak gugur, tercatat sedikitnya tujuh sosok top sepak bola dunia terpaksa angkat kaki dari kursinya.

Ekspektasi tinggi publik dan investasi triliunan rupiah dari negara berubah menjadi vonis kejam: penuhi target atau angkat koper!
Eksodus Nama Besar: Dari Legenda Belanda hingga Tragedi Ekstrem Tunisia

Eksodus Nama Besar: Dari Legenda Belanda hingga Tragedi Ekstrem Tunisia

Kegagalan di turnamen terbesar ini langsung memicu evaluasi tanpa ampun. Berikut daftar mereka yang tumbang akibat "kutukan" hasil buruk.

- Ronald Koeman (Belanda): Nama terbesar yang mundur jantan sehari setelah De Oranje dipecundangi Maroko lewat adu penalti. Koeman emoh cari alasan dan mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini.

- Yasser Al Misehal (Arab Saudi): Kasus paling berani! Bukan cuma pelatih, Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi ini ikut mundur karena Green Falcons hancur lebur jadi juru kunci Grup H.

- Hong Myung-bo (Korea Selatan): Legenda hidup semifinalis 2002 ini memilih menyudahi jabatannya usai dikandaskan Meksiko dan Afrika Selatan.

- Sabri Lamouchi (Tunisia): Nasib paling tragis sekaligus memecahkan rekor sejarah! Ia langsung dipecat hanya setelah memimpin satu pertandingan di putaran final usai Tunisia dibantai Swedia 5-1.

- Miroslav Koubek (Ceko), Steve Clarke (Skotlandia), dan Sebastian Beccacece (Ekuador): Ketiganya kompak mundur setelah gagal total melaju lebih jauh atau kontraknya habis di tengah jalan.

Sepak Bola Modern: Tidak Ada Tempat Bagi yang Kalah!

Fenomena ini menjadi bukti betapa kejamnya industri sepak bola modern saat ini. Catatan manis kualifikasi atau status legenda masa lalu tidak lagi berlaku jika Anda gagal di panggung utama.

Bagaimana tanggapan semeton? Apakah pemecatan instan seperti di Tunisia itu langkah tegas yang benar, atau justru bukti federasi yang panik?

*Pemain Bola Kampung

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya