Berita

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi bersama Presiden Prabowo Subianto. (istimewa)

Politik

Kunjungan PM India Berpeluang Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia-India

SABTU, 04 JULI 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6-8 Juli 2026 diproyeksikan menghasilkan sejumlah kerja sama strategis di berbagai sektor. 

Momentum tersebut dinilai menjadi peluang untuk mempererat hubungan bilateral, mulai dari ekonomi hingga pertahanan maritim.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi kebutuhan masing-masing sebagai dua negara berkembang dengan populasi besar.


"India merupakan negara yang sedang menuju kemajuan seperti halnya Indonesia, sehingga ini akan menjadi kesempatan yang bagus bagi kedua negara untuk menjalin kerja sama pada sektor strategis," kata Sukamta, Sabtu, 4 Juli 2026. 

Menurutnya, kedua negara memiliki keunggulan yang dapat saling mendukung. Indonesia memiliki komoditas yang dibutuhkan India, sementara India memiliki kemajuan teknologi yang diperlukan Indonesia.

"India dan Indonesia memiliki komplemen untuk saling menguntungkan. Indonesia memiliki komoditas yang diinginkan India terutama sawit. Sebaliknya, India mempunyai pengembangan teknologi yang dibutuhkan Indonesia," ujarnya.

Selain kerja sama ekonomi, Sukamta menilai isu pertahanan dan keamanan maritim juga akan menjadi agenda penting dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Narendra Modi. Hal itu mengingat Indonesia dan India sama-sama merupakan negara maritim di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam agenda kunjungan, Modi dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara pada 7 Juli. Selain menggelar pertemuan bilateral dan menghadiri jamuan kenegaraan, Modi juga akan menyampaikan pidato di hadapan parlemen Indonesia sebelum melanjutkan lawatan ke Yogyakarta, Australia, dan Selandia Baru.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya