Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bisnis

Josal Siap Terapkan Potongan Komisi di Bawah 8 Persen

SABTU, 04 JULI 2026 | 12:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

PT Josal melalui layanan transportasi online Jo-jek menyatakan siap menerapkan potongan komisi aplikator di bawah 8 persen secara flat sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang mengatur kesejahteraan pengemudi ojek online.

Kebijakan tersebut disebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi.

Sebelum wacana tersebut mencuat, PT Josal mengklaim telah menjadi salah satu aplikator dengan potongan tarif paling rendah dibandingkan kompetitor. Saat aplikator lain memotong komisi hingga 15-20 persen, Jo-jek menerapkan potongan sebesar 10 persen.


Kepala Divisi Jo-jek Jakarta, Simon Julius, mengatakan pihaknya siap menyesuaikan kebijakan perusahaan dengan regulasi pemerintah.

”Sejak awal kami terjun sebagai aplikator transportasi online, Josal telah mempelopori potongan tarif hanya 10 persen saja. Kini, kami mengapresiasi langkah strategis pemerintah melalui Perpres 27 dan kami siap menggandakan kesejahteraan driver dengan potongan flat di bawah 8 persen,” ungkap Simon Julius, Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut Simon, penurunan potongan komisi akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan bersih yang diterima para mitra pengemudi.

Ia juga meyakini kebijakan tersebut dapat menjadi standar baru di industri transportasi online sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan berpihak kepada pekerja.

“Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi angin segar yang langsung menebalkan kesejahteraan finansial keluarga para mitra,” pungkas Simon.

Sebelumnya, polemik mengenai potongan komisi 8 persen masih menjadi sorotan. 

Sejumlah pengemudi transportasi online sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa karena menilai sejumlah aplikator telah lebih dulu menerapkan skema tersebut, padahal Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 belum diterbitkan secara resmi.

“Terkait potongan 8 persen, ini Perpres-nya saja belum kelihatan tapi aplikator sudah menerapkan 8 persen. Itu dasar hukumnya dari mana? Ini yang kita akan tanyakan, terkait Perpres 27/2026 ini belum kelihatan barangnya,” tutur Heri, salah seorang pengemudi transportasi online.

Menanggapi hal itu, perwakilan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) yang menerima audiensi pengemudi menegaskan skema potongan 8 persen yang diterapkan sejumlah aplikator bukan berasal dari ketentuan dalam Perpres Nomor 27 Tahun 2026.

“Jadi, yang hari ini jadi 8 persen versi aplikator, itu bukan konsep yang ada di Perpres, berbeda. Karena kita belum tahu Perpres-nya seperti apa. Nanti setelah itu tahu, resmi, baru (jelas),” kata Binbin di hadapan massa pengemudi transportasi online baru-baru ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya