Berita

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat dalam Kuliah Umum di UHN, Kota Tegal, Jumat 3 Juli 2026 (Foto: Istimewa)

Nusantara

Misi Menuju Ecology Recovery: Stop Tebang Hutan, Alihkan ke Energi Terbarukan

SABTU, 04 JULI 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemulihan ekologi (ecology recovery) menjadi fokus utama yang mendesak di tengah ancaman perubahan iklim, ledakan penduduk, dan kerusakan lingkungan universal saat ini. 

Salah satu langkah krusial untuk memicu kebangkitan ekosistem ini adalah melalui gagasan moratorium penebangan hutan atau deforestasi yang disuarakan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat. 

Dalam Kuliah Umum di Universitas Harkat Negeri (UHN), Kota Tegal, Jumat 3 Juli 2026, Jumhur mengungkapkan bahwa upaya penyelamatan hutan alam ini dinilai mendesak, terutama untuk membendung ambisi pembukaan lahan sawit demi mengejar target bioenergi. 


Pernyataan Jumhur tersebut untuk menanggapi pertanyaan dari seorang peserta diskusi soal penebangan hutan untuk diganti dengan tanaman sawit dengan tujuan menciptakan bio energi seperti bio etanol.

Ia pun menegaskan bahwa eksploitasi hutan tidak boleh dilakukan terburu-buru, mengingat opsi tanaman lain seperti jagung atau tebu dapat dikalkulasi emisi deltanya sebagai alternatif. Pemulihan ini juga mengandalkan transisi ke energi terbarukan lain seperti solar panel, angin, dan panas bumi untuk menggantikan energi fosil sebelum habis.

"Saya berharap tidak buru-buru menebang hutan. Mudah-mudahan ada moratorium penebangan hutan atau moratorium deforestasi. Siapa tahu didengar dan itu jadi lebih baik buat kita semua," kata Jumhur.

Gagasan moratorium ini memperkuat komitmen pencapaian keseimbangan antara aspek epistemologi, ekonomi, dan ekologi agar kemajuan bangsa tidak timpang. 

"Intinya nanti akan ada hitungannya, deltanya berapa. Misalnya menebang hutan, hijaunya hilang, tapi kemudian menanam hutan yang lain yang juga bisa menyerap emisi tapi juga sekaligus bisa menghasilkan bahan bakar yang rendah emisi karena sebelumnya kita memakai BBM berbahan bakar fosil," kata Jumhur.

Rektor UHN, Sudirman Said, menegaskan kesiapan kalangan akademisi untuk mendukung penuh agenda penyelamatan bumi ini secara konkret.

"Sekarang Pak Jumhur Hidayat dan tim sedang berjuang membuat ekologi jadi recover, bangkit kembali, pulih kembali," tutur Sudirman Said.

Komitmen pemulihan ekologi ini juga diadopsi langsung di tingkat daerah melalui kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di aglomerasi Tegal-Brebes. 

Langkah nyata di lapangan diwujudkan lewat pengolahan ribuan ton sampah menjadi energi listrik (PSEL), penanaman ribuan mangrove (mageri segoro) di pesisir, gerakan penanaman pohon serentak (Caping Cinta), hingga kewajiban industri untuk menyediakan 40 persen kawasan mereka sebagai ruang terbuka hijau.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya