Berita

Ilustrasi gelombang panas di AS (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CBS)

Global

Harga Listrik AS Meledak hingga 243 Persen akibat Gelombang Panas Ekstrem

SABTU, 04 JULI 2026 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga listrik di Amerika Serikat (AS) melonjak tajam akibat meningkatnya penggunaan pendingin ruangan di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah tengah dan timur AS.

Suhu di sejumlah wilayah diperkirakan mencapai 105 derajat Fahrenheit (40,5 derajat Celsius), bahkan berpotensi memecahkan rekor suhu harian, bulanan, hingga sepanjang sejarah di beberapa daerah. 

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat yang tidak memiliki akses pendingin ruangan yang memadai.


Data dari U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan harga listrik grosir pada Kamis, 2 Juli 2026, melonjak lebih dari 243 persen di wilayah New England dan 101 persen di New York City dibandingkan hari sebelumnya. 

Sementara itu, harga listrik juga naik hampir 55 persen di kawasan Midwest dan 45,6 persen di wilayah Mid-Atlantic.

Lonjakan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya konsumsi listrik untuk mengoperasikan pendingin ruangan. Badan Cuaca Nasional AS (National Weather Service/NWS) juga memperingatkan bahwa tingkat kelembapan yang sangat tinggi membuat suhu terasa lebih panas dari kondisi sebenarnya.

Tekanan terhadap sistem kelistrikan juga semakin besar. PJM Interconnection, operator jaringan listrik terbesar di AS yang melayani puluhan juta penduduk di wilayah Mid-Atlantic, Selatan, dan Washington D.C., mengumumkan sedang berada di bawah peringatan federal untuk mengurangi konsumsi listrik guna menjaga keandalan pasokan.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengimbau warga menghemat listrik dengan mengatur suhu AC pada 78 derajat Fahrenheit (sekitar 26 derajat Celsius), mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan, serta menjalankan mesin cuci atau pencuci piring pada dini hari atau malam hari untuk mengurangi beban jaringan listrik.

"Rekomendasi saya kepada seluruh warga New York adalah tetap berada di dalam ruangan dan menjaga tubuh tetap sejuk," ujarnya dalam unggahan di akun X, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

Selain memengaruhi pasar listrik, gelombang panas juga mengganggu aktivitas masyarakat. Kota Philadelphia membatalkan parade perayaan 250 tahun berdirinya AS karena suhu yang menembus lebih dari 100 derajat Fahrenheit (37,8 derajat Celsius).

Gangguan juga diperkirakan terjadi pada sektor transportasi. Operator kereta Amtrak memperingatkan kemungkinan perlambatan perjalanan dan keterlambatan kereta pada pukul 11.00 hingga 19.00 waktu setempat di wilayah Timur Laut, Tenggara, dan Midwest akibat suhu ekstrem. Layanan New Jersey Transit juga berpotensi mengalami keterlambatan dan pembatalan perjalanan karena dampak panas terhadap peralatan.

Sementara itu, Delta Air Lines memberikan pembebasan biaya perubahan jadwal penerbangan melalui Bandara LaGuardia, New York, selama periode gelombang panas. Di Illinois, otoritas transportasi juga mengingatkan pengendara untuk mewaspadai potensi kerusakan permukaan jalan yang dapat melengkung akibat suhu yang sangat tinggi.

Para ilmuwan menilai perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, dengan emisi dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas menjadi penyebab utama krisis iklim.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya