Berita

Tanggapan Menlu Inggris Yvette Cooper atas vonis penjara pelaku penusukan jurnalis Iran (Unggahan akun X @YvetteCooperMP)

Global

Inggris Penjarakan Dua Pelaku Penusukan Jurnalis Iran

SABTU, 04 JULI 2026 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua warga negara Rumania dijatuhi hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah melakukan penusukan terhadap jurnalis Iran yang bermukim di Inggris, Pouria Zeraati. 

Dalam putusannya, Pengadilan Old Bailey menyatakan bukti-bukti di persidangan secara meyakinkan menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan atas nama rezim Iran.

Dalam sidang yang digelar pada Jumat, 3 Juli 2026, waktu setempat, George Stana (25) dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, sedangkan Nandito Badea (21) dihukum 8 tahun penjara setelah keduanya dinyatakan bersalah melukai korban dengan maksud menyebabkan luka berat.


Menanggapi putusan tersebut, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, melalui akun media sosial X mengecam keras penyerangan terhadap Zeraati. Ia menegaskan bahwa tindakan menyerang seorang jurnalis di wilayah Inggris atas nama Iran merupakan perbuatan yang tidak dapat diterima.

"Siapa pun yang bertindak atas nama Iran serta merencanakan dan melakukan serangan terhadap seorang jurnalis di tanah Inggris telah melakukan tindakan yang sangat tercela. Hukuman hari ini mengirimkan pesan yang jelas kepada rezim Iran dan mereka yang menjalankan perintahnya," kata Cooper, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

Zeraati, yang bekerja untuk Iran International, ditikam tiga kali di bagian paha di luar rumahnya di Wimbledon, London, pada 29 Maret 2024. Jaksa menyebut serangan tersebut telah direncanakan melalui serangkaian pengintaian dan dilakukan atas perintah pihak ketiga yang bertindak mewakili negara Iran.

Hakim menyatakan dirinya yakin serangan tersebut dilakukan untuk kepentingan kekuatan asing. Ia juga mengungkapkan bahwa Zeraati merupakan kritikus vokal pemerintah Iran yang sebelumnya telah menerima berbagai ancaman, termasuk terhadap anggota keluarganya. Pengadilan turut mendengar bahwa foto Zeraati pernah dipasang di Teheran dengan tulisan "Wanted: Dead or Alive".

Dalam keterangannya kepada polisi, Zeraati mengaku serangan itu membuatnya hidup dalam ketakutan hingga memutuskan pindah ke luar negeri karena khawatir menjadi sasaran serangan lanjutan. Sementara itu, Kepolisian Kontra Terorisme Inggris menyatakan telah menggagalkan 20 rencana yang diduga terkait Iran sejak 2022. 

Iran International menyambut baik putusan pengadilan dan berharap hukuman terhadap kedua pelaku dapat menjadi efek jera terhadap ancaman dan intimidasi terhadap para jurnalis.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya