Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Loyo, Euro dan Poundsterling Kompak Menguat Tajam

SABTU, 04 JULI 2026 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan Dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat 3 Juli 2026 berbalik melemah dan berada di jalur penurunan mingguan terdalam dalam 12 pekan terakhir. 

Pelemahan ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Juni yang melambat tajam disertai revisi turun pada dua bulan sebelumnya. 

Kondisi tersebut meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, dengan peluang kenaikan di bulan September kini turun ke kisaran 45 persen menurut CME FedWatch Tool.


Merespons prospek pelonggaran ini, indeks Dolar AS yang mengukur kekuatannya terhadap sekeranjang mata uang utama menyusut 0,2 persen ke level 100,83, mencatat koreksi mingguan sebesar 0,5 persen, terbesar sejak awal April. 

Anjloknya Dolar AS langsung memberi ruang bagi penguatan mata uang global lainnya. Euro terkerek naik 0,5 persen sepanjang pekan ke posisi 1,1440 Dolar AS, sementara Poundsterling mencatat kinerja mingguan terbaiknya dalam tiga bulan dengan penguatan 1,1 persen ke level 1,3352 Dolar AS.

Di sisi lain, kejatuhan Dolar AS juga memberi napas lega bagi Yen Jepang (JPY) yang berhasil menjauh dari level terlemahnya dalam 40 tahun (162,84) menuju ke bawah kisaran 161 per Dolar. 

Meski demikian, pergerakan Dolar AS dan Yen Jepang ini tetap diwaspadai pelaku pasar karena adanya risiko intervensi dari Tokyo, terutama di tengah sepinya likuiditas pasar akibat libur Hari Kemerdekaan AS.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya