Berita

Salah satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Sekolah Rakyat dan Mimpi Bocah Penjual Ikan

JUMAT, 03 JULI 2026 | 22:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, Muhammad Risky Pratama harus membuang jauh-jauh masa kecilnya yang manja. Demi menyambung hidup keluarga, bocah asal Bagan Deli, Kota Medan ini saban hari mengayuh sepeda puluhan kilometer demi menjajakan ikan segar hasil tangkapan laut.

Langkah kaki Risky terpaksa menjadi penopang keluarga setelah ibunya merantau ke luar daerah, sementara sang ayah pergi membangun lembaran baru bersama keluarga lainnya. Kini, Risky hanya hidup bersama kakeknya, Salamuddin (63) dan sang nenek, Masitah (55).

"Kadang sehari dapat Rp30 ribu, paling banyak dikasih Rp90 ribu kalau habis semua ikannya," cerita Risky dengan tegar, dikutip dari siaran pers Kementerian Sosial (Kemensos), Jumat, 3 Juli 2026.


Anak sulung dari empat bersaudara ini mengaku tergerak turun ke jalan atas kemauan sendiri sejak duduk di kelas 6 SD. Ia tak tega melihat kakeknya yang bekerja mencari kerang harus menghidupi 13 anggota keluarga sendirian dengan penghasilan Rp30 ribu hingga Rp50 ribu sehari.

"Hasil jualan dibagi nenek. Habis itu nenek beli beras dan pampers adek," ketus Risky polos.

Asa dan mimpi Risky yang nyaris karam kini kembali membubung tinggi setelah dirinya diterima di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan. Kehadiran lembaga pendidikan ini tidak hanya menyelamatkan masa depan Risky dari putus sekolah, tetapi juga mengukir senyum haru di wajah sang nenek.

Masitah mengaku sangat bersyukur dengan adanya program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto ini. Baginya, program ini adalah mukjizat yang dikirim Tuhan untuk cucunya.

"Dulu saya menangis karena tak akan mampu menyekolahkan dia. Cita-cita dia tinggi, tapi uang tak ada. Sekarang saya menangis lagi, tapi menangis bahagia," ujar Masitah.

Semenjak masuk asrama Sekolah Rakyat, Masitah melihat perubahan drastis pada diri Risky yang kini tumbuh menjadi bocah mandiri, percaya diri, dan makin taat beribadah.

"Perubahannya jauh kali. Kalau pulang ke rumah, sekarang keluyurannya bukan main-main lagi, tapi jalannya ke musala atau masjid," ungkap sang nenek bangga.

Sang kakek, Salamuddin, juga memuji inisiatif cucunya yang berjiwa petarung, namun ia menegaskan bahwa pendidikan Risky tetap menjadi harga mati.

"Kita kan sayang sekolahnya. Kami semangatkan dia untuk sekolah di sini supaya dia terdidik, menjadi orang sukses nanti," tegas Salamuddin.

Di balik ketegarannya mengayuh sepeda dan menempa diri di sekolah, Risky menyimpan kerinduan mendalam pada sang ibu yang terakhir kali ia temui saat kelas 4 SD.

"Kangen mamak, mau jumpa kaya dulu. Dulu mamak nyuruh nyuci piring, sekarang nggak lagi. Dulu mamak nyuruh jaga adik, sekarang nggak lagi," ucap Risky dengan mata berkaca-kaca.

Beruntung, lingkungan asrama Sekolah Rakyat melatih mentalnya menjadi baja. Fasilitas lengkap di sekolah asrama tersebut kian memantapkan tekad Risky untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang prajurit TNI.

"Dulu saya enggak pandai baca pak, jadi pandai diajarin guru dan wali asrama. Nggak pandai niat salat dan wudu, sekarang sudah bisa semua," tuturnya penuh semangat.

Sembari terus mengayuh mimpinya menjadi tentara di Sekolah Rakyat, bocah tangguh ini menyelipkan pesan menyentuh untuk sang ibu nun jauh di sana.

"Mamak biar bagus-bagus kerjanya, jangan terpikir kami dulu di sini agar mamak konsen bekerja. Terima kasih mamak sudah menjaga kami dari kecil," pungkas Risky.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya