Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Ogah Bangun Financial Center di IKN, Purbaya: Terlalu Sempit

JUMAT, 03 JULI 2026 | 21:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan menolak rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Bendahara Negara ini menilai megaproyek pusat keuangan dunia tersebut tidak akan berjalan maksimal jika dipaksakan di IKN karena keterbatasan lahan.

"Mungkin enggak, terlalu sempit di sana (IKN)," tegas Purbaya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.


Meski mencoret IKN dari daftar utama, Purbaya mengaku pemerintah belum mengetuk palu terkait lokasi final pembangunan kawasan PFII karena masih dalam tahap pengkajian mendalam.

Sebagai alternatif, Pulau Bali kini mencuat sebagai salah satu kandidat kuat bersama sejumlah wilayah strategis lainnya yang dinilai punya magnet besar bagi para pemodal global.

"Jadi kan masih dibahas. Ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling nyaman untuk investor internasional," jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa pengembangan financial center ini tidak melulu harus membabat lahan baru dan membangun infrastruktur dari nol.

Saat ini, kementeriannya tengah menimbang opsi apakah akan memanfaatkan kawasan yang sudah mapan atau membangun fasilitas pendukung di lokasi baru yang dinilai potensial.

"Untuk enclave itu perlu pembangunan tertentu, mungkin sebagian infrastruktur dasar. Atau kita lihat nanti apakah pakai tempat yang sudah ada infrastrukturnya atau tidak. Jadi masih terbuka untuk tempat," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya